Berlakukan Keringanan, Pembayaran Listrik di Bangkalan Masih Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM EFEKTIF: Pemberlakuan stimulus hingga 100 persen oleh Unit Layanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (ULP PLN) Ranting Bangkalan, belum ampuh menertibkan pembayaran bulanan pelanggan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat ini memberikan keringanan bagi pelanggan. Hanya saja, keringanan berupa stimulus diberlakukan dengan ketentuan dari PLN. Yakni, pemberian stimulus 100 persen bagi pelanggan yang mempunyai tunggakan terhitung sejak April 2020 hingga Maret 2021.

Ketentuan itu, berlaku untuk pelanggan yang mempunyai ukuran listrik 450 VA dan stimulus 50 persen bagi pelanggan listrik 900 VA. Tidak hanya itu, stimulus 50 persen juga bisa diperoleh pelanggan 450 VA dan 25 persen bagi pelanggan 900 VA di bulan April 2021 hingga Juni.

Meski sudah diberlakukan keringanan berupa stimulus sesuai dengan kapasitas ukuran listrik pelanggan, masih banyak yang mengabaikan pembayaran listrik setiap bulannya. Hal ini diungkapkan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ranting Bangkalan Yongkynata, Rabu (7/7/2021).

Dia mengaku, stimulus pembayaran listrik sudah 15 bulan direalisasikan. Meski persentase stimulus tahun pertama dan kedua berbeda. “Kalau tahun pertama itu 100 persen untuk 450 VA dan 50 persen untuk 900 VA, tahun kedua ini separuhnya lagi. Secara umum ada peningkatan, tapi tidak begitu signifikan,” ujarnya.

Pihaknya memaparkan, ada beberapa jenis pelanggan yang dapat stimulus yakni R1 450 VA sebanyak 44.236, pelanggan R1 900 VA sebanyak 12.402 pelanggan. Sedangkan untuk B1 450 VA sebanyak 4.230 pelanggan, dan untuk I1 450 VA hanya 2 pelanggan. “Jumlah ini pun bertambah, jika dibandingkan tahun lalu, karena beberapa ada yang pasang baru,” jelasnya.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Pangky menuturkan, stimulus masih akan diperpanjang hingga September 2021 mendatang. Sehingga, total stimulus yang diberikan sebanyak 18 bulan dengan persentase dikurangi separuh dari stimulus yang diberikan di tahun pertama.

“Kalau yang prabayar akan dapat potongan saat membeli token, sedangkan yang pascabayar potongannya saat membayar tagihan. Tapi, tunggakan masih banyak tahun lalu, tahun ini sudah mendingan banyak yang membayar,” tuturnya.

Pangky berharap, masyarakat bisa segera melunasi tunggakan penggunaan listrik. Setidaknya, tanggungan tunggakan bisa berkurang. Apalagi, masih diberlakukan stimulus bagi semua pelanggan. “Setidaknya biar tagihan tanggungan tidak bertambah,” harapnya.

Sementara itu, warga Desa Kokop Sutimah mengaku, beberapa hari ini rumahnya mulai ditagih untuk membayar listrik. Padahal, belum mengetahui bahwa stimulus listrik 100 persen masih berlaku. “Setahu saya kan masih gratis, jadi saya tidak mau bayar. Tidak ada yang memberitahu, jadi wajar saya tidak tahu,” responnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *