Berlangganan, Warga Bangkalan Masih Ditarik Biaya Parkir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) AMBURADUL: Penerapan parkir berlangganan di Kabupaten Bangkalan menuai keluhan masyarakat.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Pemberlakuan parkir berlangganan kian menuai pertentangan. Selain pemberlakuannya hanya terbatas pada beberapa titik jalan,  banyak warga yang tetap diminta tarif retribusi meskipun sudah memiliki stiker berlangganan parkir. Hal ini dikeluhkan salah satu pengendara asal Kecamatan Burneh Bangkalan MU (Inisial), Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, meski sudah membayar pajak ke sistem manunggal satu atap (samsat) dengan biaya tambahan Rp30 ribu khusus parkir berlangganan tidak mendapatkan stiker parkir berlangganan. Akibatnya, tetap diminta tarif parkir. “Saya sudah bayar parkir berlangganan, tapi masih diminta biaya parkir di jalan,”  keluhnya.

Selain itu, MU juga menceritakan bahwa temannya yang sudah mendapatkan stiker parkir berlangganan, masih diminta biaya parkir  oleh salah satu oknum juru parkir (jukir). Padahal hanya parkir di tepi jalan yang memang sudah semestinya gratis. “Teman saya juga, meskipun ada stikernya tetap diminta, katanya tidak berlaku di lahan parkirnya,” ujarnya.

Ketika ditanyakan pada jukir lanjut MU menjelaskan, stiker parkir berlangganan itu hanya berlaku di Jalan Panglima Sudirman. Sehingga jika parkir di tempat lain, harus membayar. Sebab yang menyepakati dan menyetujui hanya jukir. “Saya juga tidak berani melawan karena jukirnya sudah menjelaskan begitu,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Irfan Hidayat menuturkan permohonan maaf jika masih belum maksimal melakukan penertiban dan pengawasan terhadap oknum jukir yang tidak menaati aturan. “Saya meminta maaf, ini karena kami masih baru melakukan ini, jadi masih banyak kecurangan yang tidak kami ketahui,” responnya.

Dia berjanji, akan melakukan pengawasan dan penertiban meski dalam kategori sulit. Sebab tidak semua jukir yang bertugas bersikap sama saat menemui warga. Kemudian mengenai pemberlakuan yang hanya di Jalan Panglima Sudirman, tidak benar. “Biasanya kalau kami datangi, mereka tertib saja, tidak meminta ongkos parkir lagi. Yang tertib mungkin memang disitu, yang lainnya sedang terus kami awasi,” janjinya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *