oleh

Bermodal 500 Ribu Berpenghasilan Puluhan juta

Kabarmadura.id/Bangkalan-Ulet, sabar, dan penuh dedikasi, begitulah kunci H Yasir meraih kesuksesan. Siapa sangka, dari yang awalnya hanya bermodalkan Rp500 ribu, kini omzetnya bisa hingga puluhan juta rupiah.

MOH SAED, BANGKALAN.

Pada tahun 1991, H Yasir membuka jasa jahit dengan modal tiga mesin jahit di rumahnya. Sebelum membuka usaha jahit tersebut, ia sempat bekerja kepada orang lain dan akhirnya membuka sendiri.
“Sebelumnya saya kerja kepada orang lain. Sebab, untuk membeli mesin jahit dulu itu sangat mahal. Pada waktu itu uang 500 ribu mendapatkan 3 mesin,” jelasnya, Senin (28/6/2020).

Awal mula membuka memang dianggap biasa. Namun sering berjalannya waktu serta tekad yang bulat, maka jasa jahit tersebut semakin hari semakin berkembang.

“Sebelumnya saya merintis dari bawah, pergi ke pasar untuk menawarkan hasil jahitan. Memang kadang ada yang laku dan kadang tidak. Namanya juga usaha,” jelasnya.

Pihaknya mengaku selama memasarkan hasil jahit trdrbtjtersebut, ia tidak memiliki kendaraan pribadi melainkan naik angkot berangkat pagi pulang malam. Begitu pula terus menerus dengan harapan untuk menarik pelanggan.

“Dulu saya keliling, baik di kabupaten maupun antarkota untuk menjajakan hasil yang telah saya buat,” jelasnya.

Kurang lebih 9 tahun selalu keliling, baik Pulau Madura maupun Pulau Jawa untuk menjajakan hasil dari jahitannya yang sudah menjadi pakaian.Tujuannya waktu itu keliling disetiap pasar hanya menawarkan kepada pemilik kios yang berada di setiap pasar, sehingga bisa mengetahui model serta desain pakaian.

Selama menjalani bisnis pria usia 56 tahun ini sempat mengalami kesulitan, yakni sebagai akibat dari krisis moneter tahun 1998. Pada saat itu, bahan baku mahal, sementara harga jual tetap murah.

Namun, berkat pertolongan Yang Maha kuasa, ia berhasil melewatinya. Usaha jasa jahitnya terus berkembang, hingga memiliki banyak pekerja.

“Alhamdulillah pekerja saya sampai saat ini mencapai 20 pekeja,” jelasnya.

Selain itu pihaknya mengaku bahwasannya pendapatan per harinya tidak menentu. Sebab ada sebagian yang menerima borongan.

“Penghasilan kami tidak nentu sebab terkadang ada borongan, terkadang kalau musim seragam sekolah hasilnya lebih tinggi dari biasanya, kadang mendapatkan 30 juataan,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku berkat bekerja dengan giat sampai bisa naik haji hersama keluarganya.

“Alhamdulillah berkat menjahit saya bisa naik haji bersama keluarga saya, sebab selain jasa menjahit saya tidak punya pekerjaan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kunci kesuksesan adalah bekerja dengan hati, bukan untuk main-main.
“Sebab kalau dibuat main main, capek sedikit mudah menyerah. Namun jika keluar dari hati, secapek apapun tubuhkita, kita tidak akan menyerah,” pungkasnya. (sae/pai)

Komentar

News Feed