Bermula dari Hasrat Jadi Pesepakbola, Kini Ririn Jadi Pengadil Pertandingan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ SYAHID MUJTAHIDY) BERJILBAB: Sempat ingin jadi pemain sepakbola wanita, namun lebih memilih jadi asisten wasit.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  –Wasit perempuan bukan lagi menjadi hal aneh dalam dunia sepakbola modern. Bahkan kehadirannya di tengah lapangan membawa nuansa berbeda, serta menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi diskriminasi perempuan.

Keterlibatan perempuan dalam pertandingan sepakbola ini, terlihat dalam latihan bersama Madura United dengan Malang United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Kamis (10/6/2021).

Bacaan Lainnya

Perempuan itu berdiri di pinggir lapangan dengan menggunakan atribut lengkap sebagai pengadil lapangan atau biasa disebut asisten wasit (AW). Di balik wajah mempesonanya tampak tegas dan disiplin mengambil keputusan dalam membantu wasit utama.

Dengan teliti, ia berdiri sambil berlari dan mengangkat bendera kecil yang ada di tangannya, ketika melihat pemain dalam keadaan offside dan melakukan pelanggaran.

Hakim garis itu bernama Ririn Meinawati, asal Desa Panglegur, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan. Menjadi asisten wasit dalam pertandingan laga uji coba klub kontestan Liga 1 ini, diakui merupakan pengalaman pertamanya.

“Ini baru pertama kalinya saya menjadi AW suatu pertandingan uji coba. Biasanya, saya cuma menjadi AW di pertandingan lokal saja,” terang Ririn.

Gadis yang sedang duduk di bangku kuliah semester akhir itu, bercerita awal mula dirinya terjun sebagai pengadil di lapangan hijau. Sejatinya, ia ingin sekali menjadi pemain sepakbola wanita.

Namun, lantaran di Kabupaten Pamekasan tidak ada akademi sepakbola wanita, dirinya memutuskan untuk mengikuti pelatihan wasit C3 atau suatu pelatihan khusus sepakbola wasit.

“Awalnya ingin jadi pesepakbola. Tapi karena di Pamekasan tidak ada akademinya, saya ikut pelatihan C3 tahun 2020 kemarin. Di sana selama seminggu diajarin dunia perwasitan,” jelasnya.

Ririn juga mengungkapkan, keluarganya sangat mendukung dengan profesi yang sedang digeluti saat ini. Ke depan ia berharap, semoga suatu saat dirinya menjadi wasit yang profesional. Sehingga bisa memimpin pertandingan-pertandingan besar.

“Keluarga sangat mendukung dengan profesi yang saya ambil ini. Mimpi saya saat ini menjadi wasit profesional berlisensi FIFA. Sehingga bisa memimpin pertandingan sepakbola di kompetisi Liga 1,” pungkasnya. (bai/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *