oleh

Bermula Dirikan Klub Binaan Ulama (Binaul), Kini Haqi Menduduki Sekretaris PSSI

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Berawal mencoba membangun sebuah klub sepak bola, pria kelahiran Palengaan Pamekasan pada 1 Mei 1980 itu, kini telah menjadi bagian dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pamekasan, dengan jabatan sekretaris.

ALI WAFA, Palengaan

Tidak hanya karena hobi. Saking besarnya, rasa cintanya terhadap sepak bola, pada tahun 1996 Haqi mulai berencana membentuk sebuah klub sepak bola kecil-kecilan. Klub itu, bernama Binaul, nama itu merupakan akronim dari binaan ulama.

Secara resmi dibentuk dan menyandang nama itu, pada tahun 2000 lalu. Dengan prestasi yang dimilikinya, akhirnya klub besutannya masuk ke dalam PSSI. Kendati demikian, perjuangannya tidak semudah yang dikira.

“Perjalanannya, hingga saya berada di PSSI seperti saat ini sungguh luar biasa perjuangannya,” ungkap Haqi, Rabu (10/02/2021).

Menurutnya, upaya membentuk klub sepak bola tidak semudah membalikkan telapak tangan atau tidak berjalan mulus. Usahanya sempat mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Penolakan tersebut, lantaran bukan merupakan mantan pemain sepak bola, melainkan hanya berdasar pada hobi.

Namun berkat usaha kerasnya, Binaul mampu berdiri hingga saat ini dan telah banyak menorehkan prestasi. Klub tersebut, memiliki pemain sepak bola amatiran dari pelosok desa. Mulai dari daerah Palengaan, hingga ke daerah Karangpenang Kabupaten Sampang.

Meski pemain amatir, kemampuan bermain sepak bolanya tidak bisa diragukan. Bahkan, Binaul pada saat itu menjelma menjadi sebuah klub sepak bola yang fenomenal. Bagaimana tidak, pada masanya, Binaul menjadi salah satu klub menarik fanatisme suporter terbanyak.

“Setiap Binaul hendak bertanding, antusiasme suporter luar biasa,” ucapnya.

Setelah klub itu berhasil masuk di bawah naungan PSSI, saat itu pula dirinya menjadi salah satu pengurus di PSSI. Meski tidak berada di posisi yang strategis, kontribusinya terhadap PSSI tidak setengah hati. Kini Haqi dipercaya sebagai Sekretaris PSSI Kabupaten Pamekasan.

Pada tahun 2018, PSSI mengalami kekosongan jabatan. Akhirnya, dia mendapat kepercayaan untuk mengisi kekosongan itu untuk sementara waktu. Selama kurang lebih satu tahun, dia menjabat sekretaris sementara di PSSI.

Lantaran kinerja dan dedikasinya yang tidak setengah-setengah, akhirnya pada Kongres PSSI tahun 2019 dia kembali dipercaya untuk menjadi Sekretaris PSSI Kabupaten Pamekasan. Kini, dia hidup bahagia bersama istri dan kedua anaknya.

“Rasa cinta kepada sepak bola luar biasa. Dulu saya pernah membentuk kolom Persepam yang rutin digelar setiap minggu,” tegasnya. (ito/*)

 

 

 

Komentar

News Feed