oleh

Berprestasi, Cabor Biliar Tetap Tidak Dapat Apresiasi

Kabarmadura.id/Sumenep-Cabang olahraga (cabor) billiard di Sumenep rupanya dianaktirikan. Bahkan, saat berprestasi pun tidak ada apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Sumenep.

Sebagaimana dialami oleh salah satu klub billiard di Sumenep, meskipun membawa harum Sumenep dengan menjuarai lomba billiard Independen Week se Madura yang digelar di Sampang beberapa waktu lalu, tidak ada sambutan apresiasi yang didapatkan.

Muhammad Nur Arifullah juara satu lomba Billiard Independen Week se-Madura menceritakan, sampai saat ini dirinya belum pernah mendapatkan apresiasi dari prestasi yang didapatkannya. Padahal, tidak mudah untuk meraih juara, karena harus bertarung dengan 128 peserta yang terdiri dari 4 kabupaten di Madura.

“Butuh dukungan dari POBSI Sumenep agar atlit-atlit berbakat dapat mengembangkan skill dan ilmunya untuk menjadikan sebuah prestasi, dan tidak lagi diartikan bahwasannya billiar merupakan sebuah ajang untuk perjudian,” katanya, Senin (24/8/2020).

Dikatakan, dirinya mengikuti kompetisi tersebut atas semangat tim dan support dari pemilik Mr Ball, salah satu arena billiar di Sumenep.

Sementara itu Ketua POBSI Sugeng menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemberitahuan kepada Pemkab Sumenep terkait capaian prestasi yang diraih tersebut.

Bahkan, ia juga pernah mengajukan bantuan alat penunjang latihan biliar, namun sampai saat ini pengajuan tersebut tidak mendapatkan respon. Padahal hal itu dilakukan hanya demi meningkatkan kemampuan olahraga cabor biliar di Sumenep.

“Apalagi apresiasi, wong kami mengajukan bantuan alat untuk memfasilitasi teman-teman latihan itu, sampai saat ini nihil, makanya disampaikan agar ada perhatian ke kami,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep Subiyanto menanggapi, pihaknya sejauh ini belum merekomendasikan seluruh cabor di Sumenep mengikuti kompetisi.

Sehingga selain karena tidak tahu, jika nanti memberikan apresiasi bukan malah mendapat respon positif, tetapi malah sebaliknya. Sebab dalam skala nasional, sampai detik ini tidak ada laga atau kompetisi yang diizinkan.

“Kami tidak tahu jika ada kompetisi, tapi kalau persoalan bantuan kami sudah menyiapkan melalui dana hibah, tapi kalau cuma sarana penunjang, cabor sudah mempunyai anggapan masing-masing,” katanya. (ara/ong)

Komentar

News Feed