Berprestasi di Tengah Keterbatasan Ekonomi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) PRESTASI: dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan dalam mencapai kesuksesan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Imroatun Jamilah merupakan sosok perempuan yang berhasil meraih prestasi qiroat tingkat internasional pada 2021 yang diadakan oleh National Textile University Faisalabad Pakistan. Kompetisi tersebut diikuti oleh 3 negara, yaitu Pakistan, Mesir, dan Indonesia. Setiap negara mendelegasikan empat mahasiswa dari empat kampus yang berbeda.

Prestasi yang diraihnya mengharumkan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura sebagai tempatnya menimbah ilmu, dan tentu saja membawa nama baik Indonesia di kancah global.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, mahasiswi yang akrab disapa Iim tersebut memang banyak meraih prestasi semenjak duduk di bangku sekolah, dan bahkan berlanjut hingga kuliah saat ini. Ia  sosok yang tekun dan selalu merasa tidak puas terhadap ilmu yang dimiliki, hingga  ia terus belajar dan belajar.

Selain itu, semua itu juga tidak terlepas dari dukungan kedua orangtuanya. Meski secara ekonomi keluarga, ada di bawah rata-rata. Diceritakan, penghasilan keluarganya hanya dari kuli bangunan. Tetapi, bagi Iim semua itu tidak menjadi penghalang untuk mencapai cita-cita.

Selain itu, gadis yang masih berusia 21 tahun itu menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan kampus saja harus mencari sendiri. Seperti dengan bekerja sebagai tukang laundry dan mengajar di sekolah. Hasilnya dikumpulkan untuk bayar biaya kampus. Di sisi lain, sebagai tambahan, diambil ketika menjadi juara di kampus, tingkat kabupaten atau tingkat kecamatan, hasilnya  dikumpulkan. Alhamdulillah, akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bisa bayar biaya kampus. Selanjutnya, ia pernah memperoleh beasiswa Tahfidz 5 Juz dan beasiswa Unit Pengumpulan Zakat.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga tidak menyangka bisa juara tingkat internasional. Karena saya orang tidak mampu, untuk memenuhi biaya kampus saja cari sendiri. Karena yang mau minta ke orangtua kasihan. Bahkan, hasil dari lomba itu dikasih ke orang tua,” tuturnya, Kamis (4/2/2021).

Selain itu, di kampus ia mengambil jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) untuk meningkatkan ilmu-ilmu yang didapat dari sekolahnya dulu. Adapun pertama kali belajar qiraat yaitu ketika duduk di kelas 1 SMA. Pada saat itu, disuruh bergabung di ekstrakurikuler Alfan Islami yang dibina oleh bapak Maulud Hidayat, guru agama saat itu. Setelah 1 tahun, diikutkan lomba MTQ.

Kemudian ia juga pernah dibina oleh Almarhum KH. Fuad dari Surabaya, Nyai Heni, dan Nyai Khoiriyah, serta guru-guru qiraat yang ada di Sampang, seperti Nyai Fatimah, Nyai Muazzah, dan Ust. Ahmad Yani. Jadi semuanya itu atas dukungan orangtua dan ilmu yang diberikan para guru.

“Jika ada kemauan, serumit apa pun pasti bisa. Tidak memilih anak orang kaya maupun miskin. Karena pada dasarnya manusia itu sama,” pungksnya. (mal/km58).

Prestasi:

  1. Juara 1 MTQ Putri Tingkat SMA/MA Pentas PAIS Kab. Sampang tahun 2017
  2. Juara Harapan 1 MTQ Putri Tingkat SMA/MA Pentas PAIS Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo tahun 2017
  3. Juara 1 Lomba MTQ Umum Golongan Remaja Putri Tingkat Kab. Sampang tahun 2018
  4. Juara 2 MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an) Festival Samawat STAI Badrus Saleh Kediri Provinsi Jawa Timur tahun 2019
  5. Juara 2 MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an) Madura’s Qur’anic Festival IAIN Madura Tingkat Mahasiswa Se-Madura tahun 2019
  6. Juara 1 Lomba MTQ Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz (JQH) NU Golongan Remaja Putri Tingkat Kab. Sampang tahun 2020
  7. Juara 3 Lomba MTQ Virtual Polres Sampang Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-74 tahun 2020
  8. Juara 1 Lomba MTQ Umum Golongan Remaja Putri Tingkat Kab. Sampang tahun 2020
  9. Juara 2 MTQ Golongan Tilawah Perguruan Tinggi Putri YPQAH Pamekasan se-Madura tahun 2020
  10. Juara 1 NTU International Qiraat Competition 2021 by Quran Society yang diadakan oleh National Textile University Faisalabad Pakistan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *