oleh

Berpulangnya Penoreh Tinta Emas Bersejarah IAIN Madura

Kabarmadura.id- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura berduka. Sosok pendidik yang berjasa dalam transformasi STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura, Dr Taufiqurrahman, berpulang. Mantan ketua STAIN Pamekasan masa 2012-2016 itu, berpulang dengan beberapa sejarah emas di kampus berlabel Islam negeri satu-satunya di Madura tersebut.

MIFTAHUL ARIFIN, PAMEKASAN

Selain peran yang tidak bisa dilepaskan dari proses transformasi STAIN menuju IAIN, selama empat tahun memimpin kampus berpelat merah itu, almarhum telah menorehkan sejumlah inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga yang dia pimpin.

Salah satu inovasi yang saat ini menjadi saksi sejarah prestasi almarhum, yakni dengan dibukanya program pascasarjana Prodi Pendidikan Islam di STAIN Pamekasan kala itu. Inovasi yang berhasil diraih dengan perjuangan almrahum itu, bisa mensejajarkan STAIN Pamekasan dengan kampus lain di Jawa Timur.

Selain itu, terobosan program jangka panjang melalui penambahan program studi pada jenjang strata satu (S1). Di mana sebelum dipimpin alhmarhum, STAIN Pamekasan kala itu masih bertahan dengan 5 program studi. Namun di bawah kepemimpinannya, program studi di STAIN Pamekasan bertambah menjadi 16 prodi.

“Di bawah kepemimpinan beliau, terjadi peningkatan kualitas pendidikan dan kelembagaan yang luar biasa,” tutur Achmad Muhlis, mantan Pembantu Ketua II di masa kepemimpinan Alm. Taufikurrahman.

Tinta emas dalam sejarah kepemimpinan Alm. Taufikurrahman tak berhenti sampai di situ, tidak berselang lama pasca dilantik sebagai ketua STAIN Pamekasan, alhmarhum langsung membuat gebrakan dengan penerapan sistem digitalisasi dalam sektor pelayanan kepada masyarakt kampus, utamanya dalam pelayanan akademik kepada mahasiswa.

Melalui inovasi itu, para mahasiswa bisa menikmati kemudahan dalam mengurus pelayanan akademik, yang sejak beberapa tahun sebelumnya masih masih menggunakan sistem manual.

“Sejarah IAIN Madura tidak bisa dilepaskan dari peran besar beliau (Taufiqurrahman) saat menjadi pimpinan,” tegasnya.

Achmad Muhlis bersama seluruh jajaran IAIN Madura, berharap yang terbaik bagi almarhum. Sekaligus dapat mengambil ibrah dan tauladan dari segala perjuangan untuk memajukan dunia pendidikan di Pamekasan, khususnya di kampus IAIN Madura.

“Beliau orang baik, semoga seluruh amal jariahnya diterima dan menjadi pengahapus dosa dan kesalahannya serta menjadi wasilah ditinggikan derajadnya,” harapnya. (waw)

Komentar

News Feed