oleh

Berstatus Tokoh Agama, Pasien TerinfeksiCovid-19 di Menolak Diisolasi

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pasien yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat. Di Bangkalan, pertanggal 21 Mei 2020 bertambah 2 orang. Kini, total yang sudah terinfeksi Covid-19 menjadi 28 orang. Sedangkan, pasien yang dinyatakan sembuh masih lamban. Dari 28 orang tersebut, Kamis (21/5/2020) hanya ada 1 pasien yang sembuh.

Jika dijumlahkan pasien yang sembuh dan terinfeksi tidak sebanding. Pasien yang sembuh hanya 6 orang. Sehingga, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terus mengalami kenaikan.

Data terakhir yang diterima Gugus Tugas Covid-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan,per Kamis (21/5/2020), ada tambahan dua orang terkonfirmasi Covid-19. Sehingga total keseluruhan menjadi 28 orang.

Kedua orang tersebut masing-masing perempuan berusia 56 tahun asal Desa Lebak Barat, Kecamatan Sepulu (Pasien ke-27). Pada 11 Mei lalu, Pasien 27 mengalami keluhan panas dingin sehingga memeriksakan diri ke Rumah Sakit Adi Husada Surabaya sebagai rumah sakit tujuan setiap kali merasa sakit. Dokter menyarankan untuk rawat inap selama enam hari, tetapi pada Sabtu (16/5) minta pulang paksa.

Pada tanggal 19 Mei,Dinkes Bangkalan mendapatkan laporan dari Dinkes DKK Surabaya, bahwa pasien berinsial Ny.H tersebut minta pulang paksa dari RS Adi Husada Surabaya, telah terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 berdasarkan laboratorium Covid-19. Keesokan harinya (20/5) Ny.H dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan oleh petugas Puskesmas Sepulu.

“Pasien tambahan yang kedua Ny. RN (28) asal Kota Bangkalan (Pasien ke-28, red) adalah seorang petugas medis di salah satu rumah sakit di Surabaya. Dia tinggal di Surabaya tetapi sesekali pulang ke Bangkalan,” terang Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein.

Katanya, sebelum dinyatakan positif Covid-19, RN bersama keluarganya pulang ke Bangkalan (12/5). RN mengaku, hanya tinggal di rumah serta tidak bepergian kemana-mana. Pada tanggal 13/5 RN melakukan rapid tes ke RS Lukas dengan hasil reaktif dan langsung pulang ke Surabaya.

“Keesokan harinya (14/5) RN melakukan swab/PCR ke RS Unair Surabaya selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Surabaya. Hari ini (21/5) hasil Swab/PCR atas nama RN menyatakan reaktif,” terangnya.

Sedangkan, pasien sebelumnya yang telah terkonfirmasi Pasien ke-25 atas nama inisial Tn. AA (56) asal Sukolilo Barat, Kecamatan Labang dan Pasien ke-26 atas nama inisial Nn. FF (21) yang merupakan anak dari pasien ke-13 asal Bargan, Kecamatan Socah.

Agus menuturkan pasien ke 25 tersebut enggan dijemput oleh pihak RSUD Bangkalan untuk diisolasi. Berdasarkan keterangan Agus, padahal AA ini dinyatakan reaktif Covid-19 sejak (19/5/2020) lalu. Informasi yang dihimpun oleh Kabar Madura, AA merupakan salah satu tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya.

Sedangkan yang bersangkutan meminta perawatan di rumah sakit Unair. Namun, Karena overload, akhirnya, rumah sakit mengambil kebijakan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Padahal orang tanpa gejala (OTG) seperti pasien ke 24 tersebut harus dilakukan isolasi di rumah sakit.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif dan kami tidak mungkin memaksa seperti kepada perilaku kriminal. Pelayanan kesehatan adalah hak setiap orang, susah memang menghadapi tipikal seperti ini,” tutupnya.

Dengan fakta perkembangan penyebaran yang mengkhawatirkan ini, Gugus Tugas Covid-19 meminta kepada seluruh masyarakat agar benar-benar disiplin dalam menjalani protokol kesehatan wabah sehari-hari. Bantuan dan dukungan segenap tokoh sebagai panutan masyarakat sangat diharapkan agar masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran virus ini. (ina/waw) 

 

Komentar

News Feed