Bersumber dari DAK, Dana Rehab SD Senilai Rp7 M

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) BERGEGAS : Disdik akan segera merealisasikan Rehabilitasi Sekolah Dasar SD Kabupaten Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mempersiapkan bantuan rehabilitasi pada Sekolah Dasar Negeri (SDN)  tahun 2020. Dinas Pendidikan (Disdik) sudah merancang sekolah yang akan mendapatkan bantuan rehabilitasi tersebut. Nilainya totalnya sebayak Rp7 miliar.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep Abd. Kadir melalui Kasi Kelembagaan dan Sarpras Pardi Sukisno mengatakan, saat ini dalam tahap persiapan-persiapan melakukan pencaiaran dana tersebut. Jika sudah mendapat SK Bupati, maka segera melakukan sosialisasi.

“Bantuan ini akan dihususkan untuk sekolah negeri. Sebab, pemerintah pusat memprioritaskan sekolah negeri tersebut” katanya, Selasa (21/01/2020).

Dijelasakan, dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Mengenai sekolahnya masih belum bisa disebutkan satu persatu. Alasannya, masih belum mendapat SK Bupati.

“Bantuan tersebut menjadi agenda rutinitas Disdik. Agar semua sekolah di Kabupaten Sumenep tidak lagi ada keluhan rusak dan lain sebagainya,” paparnya.

Disdik Sumenep menargetakan pada bulan April 2020 sudah melakukan sosialisasi pada setiap sekolah yang mendapatkan bantuan. Sehingga, rehabilitasi itu dapat berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah dan masyarakat hingga akhir 2020 nantinya.

“Perjuangan disdik masih panjang untuk menyejahterakan sekolah SD di lingkungan Sumenep,” ujarnya.

Pardi melanjutkan, masing-masing sekolah nantinya akan mendapatakan Rp98 juta per ruangan. Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan.

Dia menjelaskan, pada tahun sebelumnya yang mendapatkan bantuan rehabilitasi sebanyak 117 lembaga. Tahun 2020 sebanyak 43 sekolah yang menyebar di semua kecamatan.

Untuk diketahui, jumlah SD di Kabupaten Sumenep sebanyak 656. Rinciannya, untuk negeri  579 sekolah dan swasta sebanyak 77 sekolah.

“Jika nantinya anggaran DAK tidak mencukupi dan ada penambahan, maka akan mengambil dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep Rozah Ardhi Kautsar mengatakan, bantuan rehabilitasi sebisa mungkin cepat dicairkan. Sebab, banyak sekolah yang membutukan bantuan tersebut.

 

Politisi Nasdem itu menyampaikan, Disdik harus benar-benar memaksimalakan anggaran tersebut untuk kemajuan pendidikan di Sumenep.

“Komisi IV tidak segan-segan menindak dan memanggil dinas terkait, jika bantuan dari APBN itu tidak dimaksimalkan,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *