oleh

Bertahan Ilegal, Kompensasi Jadi Legal Memberatkan Penambang

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Para penambang galian C di Sumenep disebut bandel. Indikasinya, hingga saat ini, tidak satupun penambang legal. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berulangkali sudah memberikan arahan pelarangan dan memberi sosialisasi.

Kasubag Pertambangan ESDA Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep Aditya mengutarakan, masyarakat tidak mendengarkan pemerintah soal peringatan agar mengurus izin.

“Sampai saat ini belum ada para penambang yang mengurus izin. Ini mungkin karena memang nakal,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Kenakalan itu diperkirakan lantaran adanya kompendasai denda pasca menambang, yakni jaminan reklamasi. Sebab, tanpa keduanya, penambang otomatis dianggap merusak lingkungan. Mereka takut membayar dan mengembalikan agar lingkungan tidak rusak dengan jaminan reklamasi.

Pria yang biasa disapa Adit itu menanganggap, alasan aneh itu tidak seharusnya dikhawatirkan, karena pengurusan izin dimudahkan dan Pemkab Sumenep akan membantu dalam proses perizinan tersebut.

“Kedepan akan terus dievaluasi dan akan mengadakan pertemuan dengan pihak penambang, agar sadar akan pentingnya tambang yang legal,” tuturnya.

Bagian Pertambangan ESDA Setkab Sumenep mencatat, terdapat 130 tambang galian Cyang terdeteksi ilegal di Sumenep. Dari jumlah itu, 19 penambang sudah diberi sosialisasi agar mengurus izin. Dasar perizinan tambang adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Galian C yang telah mendpaat sosialialisasi adalah tambang fosfat di Kecamatan Batuputih, Ganding, Manding Lenteng, Guluk-guluk, Bluto, Gapura dan Arjasa.

Kemudian untuk tambang batu gamping di Kecamatan Ganding, Dasuk, Batuputih, Gapura, Saronggi dan Batang-batang. Serta tambang gipsun di Kecamatan Rubaru, Gapura dan Batuputih.

Untuk sosialisasi penambang pasir kwarsa di Kecamatan Dasuk, Batang-batang, dan Dolamit berada di Batuputih, Ambunten dan Lenteng.

Sebelumnya pengusaha tambang di Kecamatan Batuan, Haji Aziz mengaku sedang proses mengajukan izin tambang galian C. Sebab, masyarakat sangat butuh material tambang untuk kegiatan pembangunan.

“Bahan material adalah kebutuahan pokok, jadi pemerintah seolah membiarkan tambang ilegal agar masyarakat melakukan pembelian bahan materiil,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed