oleh

Bertahun-tahun, Pengelolaan Pasar Waru Dibiarkan Semrawut

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pengelolaan Pasar Waru masih dibiarkan semrawut. Padahal, hal itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lamanya. Persoalan kondisi pasar yang kumuh, kemacetan lalu lintas, hingga melubernya pedagang ke badan jalan, sampai saat ini belum jelas penanganannya.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur mengatakan, persoalan kebersihan pasar sangatlah penting dalam menjaga perputaran ekonomi. Sebab menurutnya, kebersihan pasar menjadi salah satu indikatir untuk menarik minat masyarakat berbelanja di pasar tersebut.

Oleh karenanya lanjut dia, Komisi I DPRD Pamekasan akan melakukan evaluasi terhadap beberapa dinas terkait, meliputi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, agar persoalan yang ada bisa segera teratasi.

“Sekarang evaluasi parkir, pembangunan pasar, dan penghijauan kebersihan Pasar Waru,” paparnya, Selasa (21/1/2020).

Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan itu mengemukakan, pihaknya mendapati pengangkutan sampah di areal pasar itu masih manual. Artinya, belum ada fasilitas pengelolaan sampah yang memadai untuk persoalan pengelolaan kebersihan persampahan di Pasar Waru.

“Ya publik semua tahu kalau pasar waru itu pasar yang jumud dan overload di Pamekasan,” jelasnya.

Dia juga meminta agar supaya pembangunan di Pasar Waru terus dilanjutkan. Sebab hal itu merupakan pasar induk kedua untuk menopang laju perekonomian masayarakat. Pengelolaan pasar, utamanya pengelolaan di bidang kebersihan harus terus diperhatikan.

“Harapan dari masyarakat Waru, bagaimana sumberdaya pengelola sampah itu dikelola oleh masyarakat Waru Barat sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir menyampaikan, untuk pengelolaan kebersihan yang ada di lingkungan pasar merupakan  tanggung jawab Dinas Perdagangan (Disperindag) Pamekasan.

Namun untuk menjadikan Pamekasan bersih, pihaknya telah bekerjasama dengan Pemerintah desa Waru Barat untuk kemudian membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di sekitar area tersebut senilai Rp200 juta.

“Setelah selesai pembangunannya akan dikelola oleh Kepala Desa Waru, dengan komitmen tertentu, artinya dengan kompensasi pembiayaan yang dibebankan kepada pasar dan Disperindag,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed