Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 Bangkalan Didominasi Para Pelaut

  • Whatsapp
AGUS ZEIN: Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bangkalan yang juga Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan saat menjelaskan tentang bertambahnya jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pasien yang terinfeksi Covid-19 di Bangkalan terus bertambah. Per tanggal 8 Mei 2020 ada tambahan 1 pasien lagi. Pasien tersebut dari Kecamatan Socah.Sehingga, total masyarakat yang sudah terinfeksi covid-19 kini menjadi 19 orang. Di mana 2 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan resmi dari Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein, para pelaut yang berdatangan dalam sebulan terakhir, telah membuat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangkalan bekerja keras.

Kata Agus, khususnya petugas surveillance yang harus bekerja ekstra hati-hati dalam melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien yang sudah terinfeksi Covid-19.

“Hari ini, Jumat 8 Mei 2020 telah terkonfirmasi pasien ke-19 reaktif terpapar Covid-19, tinggal di Perumahan Griya Abadi, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah,” katanya.

Lebih lanjut, lelaki yang menjabat sebagai kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Bangkalan ini menuturkan, Pasien Nomor 19 tersebut adalah berusia 40 tahun dan sempat bekerja sebagai pelaut. Dia baru tiba di Bangkalan pada 13 April 2020 lalu.

“Saat dikunjungi petugas surveillance tanggal 18 April 2020 di rumahnya Pasien 19 tidak mengalami keluhan, bahkan suhu tubuhnya hanya 36,5 C,” jelasnya.

Namun, sepuluh hari kemudian, tepatnya tanggal 28 April 2020, kata Agus, dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif.

Pada hari itu juga, Agus menjelaskan, siangnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di RSUD Syamrabu Bangkalan. Kemudian, dilanjutkan dengan isolasi ke Balai Diklat Bangkalan.

“Jumat, 8 Mei, hari ini hasil pemeriksaannya keluar. Diketahui swab atau PCR dari BBTKL-PP Surabaya keluar dengan status terinfeksi,” terangnya.

Mengenai keberadaan Pasien Nomor 19 itu, menurut Agus, malam ini juga (8/5/2029) pukul 19.30 WIB, dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Dengan tambahan kasus klaster pelaut ini, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan meminta peran aktif masyarakat, khususnya dari keluarga yang memiliki anggota keluarga sebagai pelaut supaya konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Yang bersangkutan kami harapkan kesadarannya untuk mematuhi aturan terutama menjaga kontak langsung yang menyebabkan terjadinya penularan kepada keluarga dan orang-orang sekitarnya,” pesannya.

Bahkan dia menekankan pada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan juga untuk menginstruksikan kepada satgas kecamatan maupun satgas desa atau kelurahan agar bahu-membahu bersama relawan yang ada di lingkungan masing-masing.

Agus mengharapkan, untuk memberikan prioritas penanganan khususnya dalam melakukan pelacakan terhadap klaster pelaut ini.

“Hal ini dilakukan agar penularan virus corona ini tidak terus menerus meluas. Kami semua berharap wabah ini segera berakhir agar kami segera kembali beraktivitas normal seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menjelaskan, bahwa sehari sebelumnya atau pada 7 Mei, ada tambahan 3 pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan.

Mereka merupakan warga Kecamatan Arosbaya yang juga bekerja di pelayaran. Pasien Covid-19 di Bangkalan ke-16, 17 dan 18 sudah dirawat isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Berdasarkan keterangan Sudiyo, ketiga pelaut itu tertular dari pasien sebelumnya yang berasal dari Kecamatan Klampis yang jug pelaut. Diketahui, ketiganya berada dalam 1 kapal yang sama.

“Betul bersama dalam satu kapal,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *