Bertanding di Malaysia, Slamet Melancong ke Singapura

  • Whatsapp
KM/SYAHID MUJTAHIDY

Kabarmadura.id-Skuad Madura United tengah berada di Johor Bahru, Malaysia, guna menjalani pertandingan uji coba internasional kontra Johor Darul Takzim FC Malaysia, Selasa (21/1/2020) malam.

Sementara itu, Johor Bahru secara letak geografis menjadi daerah perbatasan Malaysia dengan Singapura. Dari Hotel Thistle Malaysia, sebagai tempat penginapan rombongan Madura United, terlihat jelas Negara Malaysia.

Kondisi tersebut tidak disia-siakan oleh gelandang Madura United Slamet Nurcahyo. Dia menyisihkan waktu untuk membuat konten dalam rangka memperingati hari ulang tahun putranya Affan Athaya Pratama yang kelima tahun.

Pada Senin (20/1/2020) sekitar pukul 4.00 waktu Malaysia atau 3.00 WIB, Slamet tengah turun menuju depan lobi hotel bersama rekan setimnya Asep Berlian dan Fisioterapi Madura United Rudyus Suseno.

Taxi membawa rombongan Slamet dan kawan-kawan ke sebelum jembatan. Mereka semua yang diturunkan di terminal dekat jembatan pembatas Malaysia-Singapura, hanya diberi instruksi untuk mencari taxi warna kuning.

Setelah mencoba menemui tiga sopir taxi yang warna kuning, tidak ada seorang pun yang mau mengantarkan Slamet cs ke Singapura. Semuanya menolak, setelah melihat paspor dan hanya memberikan kertas formulir kedatangan ke Singapura.

Harapan Slamet sempat kandas dan sempat memutuskan untuk kembali ke hotel. Beruntung tiba-tiba ada taxi warna kuning yang siap mengantarkannya dengan catatan harus membayar $20 dolar Singapura atau besarannya setara dengan sembilan kali lipat rupiah perorang.

Dorongan untuk membahagiakan sang buah hati, Slamet dan teman-temannya tetap memutuskan untuk berangkat ke Singapura.

Sopir taxi itu bernama Kalla dan suka dipanggil ‘Raja’. Dia keturunan India. Bapaknya sudah lama tinggal di Malaysia. Tapi, dia masih memiliki banyak keluarga di India.

Dalam perjalanan, Kalla sangat bersahabat dan berbagi cerita soal Singapura dan Malaysia. Dia memulai cerita Kabar Madura soal beberapa taxi yang tidak ingin mengambil resiko mengantarkan orang luar Malaysia dan Singapura.

Dijelaskannya, banyak orang sebatas modus jalan-jalan ke Singapura, namun sejatinya mengais rezeki di sana.

“Banyak yang hanya pura-pura saja,” jelasnya.

Saat sudah memasuki jembatan, penghubung Malaysia dan Singapura, dia menegaskan, agar penumpangnya menjawab dengan jujur kedatangannya ke Singapura: sebatas ingin jalan-jalan sehari. Dan, kebetulan sedang berada di Johor atas undangan untuk jalani pertandingan persahabatan.

Jembatan tersebut memang sangat macet meskipun matahari belum mengintip di awan. Sebab, setiap yang melintas akan dinterogasi sembari dicek paspornya.

Saat dicek paspor Slamet cs, terlintas bus bertuliskan bas sekolah. Kabar Madura menyinggung soal bus tersebut. Dia menuturkan, bus tersebut kebanyakan orang asli Singapura yang menyewa atau tinggal di Malaysia. Sebab, biaya yang lebih murah. Selain itu, banyak orang Singapura yang belanja ke Malaysia lantaran jauh lebih murah.

Selain itu, dia menceritakan pipa besar yang berada di samping jembatan. Pipa tersebut penyalur air dari Malaysia. Sebab, Singapura kekurangan air bersih.

Perjalanan pun berlanjut. Sekitar 20 menit dari jembatan itu, mereka telah tiba di Jalan Ban San Singapura. Ternyata, tempat tersebut dekat dengan masjid terbesar di Singapura, yaitu Masjid Sultan Singapura yang berada di Jalan Arab. Tak ayal, jika Slamet menunaikan salat subuh di masjid tersebut.

Usai salat, mereka langsung mencari taxi untuk pergi ke Merlion; tempat patung singa yang menjadi ikon Singapura. Di tempat itu, Slamet membuat kata-kata untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada putranya Affan yang diketik di handphone lalu ditunjukkan saat berpose.

Foto tersebut langsung dikirim kepada istrinya dan di-upload di beberapa sosial media. Pasca melakukan itu, Slamet mengaku lega, telah bisa menuntaskan niatnya.

“Alhamdulillah, ya dengan perjuangan yang keras dan panjang, sulit di imigrasi, akhirnya selesai juga,” pungkasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *