oleh

Bertemu di IAIN Madura, Pimpinan Kampus se-MaduraSepakat Dorong Percepatan Madura Provinsi

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Madura (Forpim PTM) menyepakati untuk percepatan proses Madura menjadi provinsi.Salah satu alasan yang diangkat, adalah kurang terjangkaunya oleh manajemen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur  (Jatim) dan pemerintah pusat.

Kesepakatan yang berpusat di gedung Rektorat IAIN Madura tersebut, dihadiri perwakilan 21 perguruan tinggi di Madura.Pertemuan itu, sekaligus jadi kegiatan pembentukanForum Pimpinan Perguran Tinggi Madura (Forpim PTM).

Juga diputuskan, Rektor Universitas Tronojoyo Madura (UTM)Muh Syarifdidaulat sebagai ketua Forpim PTM dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) MaduraMohammad Kosim sebagai sekeretaris Forpim PTM.

MenurutRektor IAIN Madura Mohammad Kosim, pembentukan Provinsi Madura sudah seyogyanya dipercepat pengesahannya. Karena melihat berbagai aspek pertimbangan yang sudah sangat pantas Madura sebagai provinsi.

“Saya meminta agar panita persiapan Provinsi Madura secepatnya menyusun proposal kepada presiden yang dilengkapi dengan kajian akademik, kemudian dukungan dari bupati-bupati di Madura, Dewan Perwakilan Rakyat Madura, forum rektor, ulama Madura dan elemen-elemen masyarakat lainnya,”ungkapnya, Selasa (10/11/2020).

Kosim memaparkan, komitmen yang terbentuk sebagai bentuk penguatan dorongan untuk memaksimalkan proses ditetapkannya Madura sebagai provinsi.Sehingga keinginan kuat masyarakat Madura sudah sangat bulat untuk menjadi daerah yang bisa mengelola sendiri sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusianya (SDM) .

“Intinya, Madura sebagai provinsi sudah sangat pantas, secara defacto sesuanguhnya Madura layak sebagai provinsi, hanya dari yuridis saja yang belum terjadi, mudah-mudahan dalam waktu dekat itu bisa dilakukan,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forpim PTM Muh. Syarif menjelaskan, pembentukan Forpim PTM sebagai wadah sinergi dalam menyamakan persepsi dalam mengawal berbagai kepentingan Madura.

Pembentukan provinsi Madura, dinilai momentum sangat pas untuk dibahas, karena muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Madura.

“Kami semua sepakat untuk Provinsi Madura, karena itu merupakan sebuah keniscayaan, sudah kami diksusikan bersama, naskah akademiknya sudah ada, termasuk pemekaran salah satu kabupaten kota di Madura”paparnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Wiraraja Sumenep Sjaifurrahman menyepakati rumusan percepatan Madura sebagai provinsi.Sebab dari sisi SDA, sudah sangat pantasdan dari sisi SDM sudah sangat memadai.Sehingga proses selanjutnya, tinggal upaya untuk proses peresemian Madura sebagai provinsi.

“Kami akan terus fokus untuk kajian pembangunan Madura, artinya para pimpinan perguruan tinggi di Madura akan berbuat lebih demimasyarakat Madura,”pungkasnya. (rul/waw/*)

Komentar

News Feed