oleh

Bertoleransi dalam Beragama

Oleh Ahmad Farisi*

Dalam kajian ke-Islma-an muktahir, nama Dr. Aksin Wijaya tak diragukan lagi. Ia seorang penulis produktif yang banyak menulis buku-buku ilmiah (tematik) tentang Islam. Sepanjang pengetahuan saya, akhir 2019 saja, ia meluncurkan dua buku ilmiahnya dengan judul Kontestasi Merebut Kebenaran Islam di Indonesia dan Ragam Jalan Memahami Islam.

Pada buku yang bertajuk Kontestasi Merebut Kebenaran Islam di Indonesia, Aksin mengajak para sidang pembaca untuk membedah tiga arus besar pemikiran Islam di Indonesia. Yang secara keseluruhan meliputi Islam Inklusif, ekslusif dan pluralis hingga sampai pada puncak toleransi sebagai solusinya.

Sedangkan pada buku yang bertajuk Ragam Jalan Memahami Islam, Aksin memaparkan berbagai macam metodologi yang digunakan oleh para ilmuan-ilmuan muslim atau mujtahid terkemuka dalam menginterpretasikan Islam. Sebagai misal, sebut saja Ibnu Ruys, Fazlur Rahman dan yang lainnya, dengan harapan bisa membuka wawasan umat Islam kekinian dalam memahami Islam dan keberagaman. Agar tidak tampak saklek dan tertutup dari perkembangan zaman yang melaju dengan begitu cepatnya.

Sedangkan dalam buku terbarunya ini, Aksin mencoba membaca berbagai macam kelompok Islam di Indonesia yang berusaha menafsirkan Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menggunakan berbagai macam pendekatan. Mulai dari pendekatan sosial, kebudayaan, hukum dan doktrin. Melalui pembacaan dari berbagai pendekatan tersebut, Aksin membagi Islam di Indonesia menjadi tiga macam kelompok.

Pertama, kelompok Islam yang menghendaki agar Islam di Indonesia bercorak Arab, yang biasa dikenal dengan Islam transnasional yang diwakili oleh Wahabi, HTI, dan FPI. Kedua, kelompok Islam yang menghendaki agar Islam di Indonesia bercorak barat yang melahirkan Islam sekuler dan Islam sosialis, yang biasanya dibawa oleh sarjana muslim lulusan Barat.

Ketiga, kelompok Islam yang menghendaki agar sebaiknya Islam di Indonesia bercorak Nusantara, yang diwakili oleh Wali Songo dan NU yang dengan istilah mempribumisasikan Islam (Gus Dur) dan Islam Nusantara (Kiai Aqiel Siraj) (hlm 13).

Menurut Aksin, keberadaan tigak kelompok besar tersebut, jika tidak disikapi secara dewasa, hal itu sangat berpotensi menyulut konflik  sektarian dan keagamaan sesama umat Islam sendiri. Sebab, masing-masing dari kelompok tersebut bukan hanya membawa pesan ideologinya, tetapi sebagian, juga menyerang kelompok lain.

Karena itu, Aksin, di dalam buku ini berpendapat bahwa untuk menghindari perseteruan sesama umat Islam, maka dalam menjalani hidup beragama, muslim di Indonesia harus betul-betul mengamalkan nila-nilai toleransi dalam beragama secara baik. Artinya, nilai-nilai toleransi yang selama ini kita perbincangkan jangan sampai hanya berakhir pada tangga wacana saja. Tetapi juga harus benar-benar diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Secara substansial, buku terbaru Aksin ini senyatanya hampir sama dengan buku Aksin yang berjudul Merebut Kebanaran Islam di Indoneisa. Hanya saja, pada buku Menatap Wajah Islam Indonesia ini, Aksin lebih fokus pada keberagaman dan potensi konflik  dalam tubuh Islam di Indonesia saja.

Sementara, pada buku  Merebut Kebanaran Islam di Indoneisa, cakupan Aksin lebih luas. Ia tidak hanya membahas keberagaman dan potensi konflik keagamaan dalam tubuh Islam di Indonesia saja.Tetapi ia juga membahas bagaimana sikap Islam terhadap agama-agama lain selain Islam. Sebagai misal, seperti agama Kristen, Katolik, Konghucu, dan Budha. Yang pada akhirnya sampai pada sebuah “inklusifme” sebagai jawaban akhirnya.

Buku Menatap Wajah Islam Indonesia karya Aksin ini memberi penerangan menarik, luas dan komprehensif perihal bagaimana kita berislam di Indonesia kini dan di masa mendatang. Wallahu A’lam.

Judul               : Menatap Wajah Islam Indonesia

Penulis             : Dr. Aksin Wijaya

Penerbit           : IRCiSoD

Cetakan           : April 2010

Tebal               : 416halaman

ISBN               : 978-623-7378-26-6

*)Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Komentar

News Feed