Berulang Kali Selingkuh, Bidan di Sampang Terancam Dilaporkan

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | SUAMPANG -Kasus perselingkuhan pegawai negeri sipil (PNS) kembali terungkap di Sampang. Seorang bidan di Puskesmas Karang Penang, Sampang yang berinisial RN (35) diketahui menjalani hubungan gelap dengan pria lain. 

Akhirnya perselingkuhan itu diketahui suaminya, berinisial MR (39). Sehingga kasus itu akan dilaporkan ke polisi dan Dinas Kesehatan dan KB setempat. 

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, bidan inisial RN juga bertugas sebagai bidan desa. Tepatnya di Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang. Diketahui, RN berselingkuh dengan pria berinisial EK. 

Suami bidan itu mengungkapkan, gerak gerik istrinya memang mencurigakan. Bahkan saat berusaha diselidiki, setiap hari keluar dari tempat kerjanya di Polindes. Akhirnya, perempuan itu diketahui keluar bersama laki-laki lain. 

“Hampir setiap hari keluar dari tempat dinas kerjanya. Alasan arisan dan semacamnya. Ternyata keluar dengan laki-laki lain,” jelasnya. 

Diungkapkan, perselingkuhan yang dilakukan istrinya ini sudah kesekian kalinya, bahkan sudah  beberapa kali berhasil terungkap. Namun, selama ini ia masih memaafkan. Sayangnya, bidan berparas cantik itu kembali mengulangi perbuatannya. 

Sementara untuk kasus yang kali ini, pihaknya tidak bisa memberikan toleransi kembali. Pasalnya, demi keluar dengan laki-laki lain,  RN rela menelantarkan anaknya yang sedang sakit. Atas dasar itu, MR berinisiatif melaporkan kelakuan istrinya ke pihak berwajib. 

“Anak saya baru bercerita, jika pernah melihat istri saya foto dengan laki-laki lain. Saya tidak terima jika dia selingkuh sampai menelantarkan anak. Apalagi anak saya sedang sakit,” imbuhnya. 

Pria asal Tanah Abang, Jakarta itu mengaku sudah melaporkan kasus itu kepada Kepala Puskesmas tempat istrinya bekerja. Namun, hingga kini belum ada respon dan tanggapan apapun. 

“Saya sudah mengadu kasus ini ke Jatim Corruption Watch (JCW). Saya akan laporkan semua perbuatannya selama ini. Bukan hanya berselingkuh tapi dia sampai rela menelantarkan anak yang sedang sakit, ” katanya. 

Ketua JCW Sampang, H. Tohir membenarkan adanya pengaduan dari inisial MR. Dikatakan, jika pihaknya akan mengawal kasus tersebut. Tujuannya, agar memberikan efek jera kepada PNS lainnya. 

“Suami oknum bidan itu sempat melaporkan ke Puskesmas setempat. Namun tidak ada tanggapan. Kami akan menindaklanjutinya, ” tegas H. Tohir. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena pelaku berstatus sebagai aparatul sipil negara (ASN), pihaknya juga akan melayangkan laporan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya manusia (BKPSDM), Polres, dan Inspektorat. 

Sementara Kepala Puskesmas Karang Penang, Hartono, saat berusaha dikonfirmasi tidak bisa ditemui di meja kerjanya, bahkan saat dihubungi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. 

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Sule Sulaiman

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *