oleh

Beruntung Berpenghasilan, Pelatih Madura United: Harus Disyukuri dengan Disiplin Latihan Mandiri

KABARMADURA.ID – Liga 1 2020 seolah-olah mengulang momentum musim 2015. Kala itu, kompetisi yang bernama Qatar National Bank (QNB) League terpaksa dihentikan di pekan kedua dengan status genting.

Itu diakibatkan pembekuan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) kala itu, Imam Nahrawi.

Kendati diwacanakan akan dilanjutkan di musim 2016, namun rencana tersebut pupus. Alhasil, lima tahun silam hanya menggelar turnamen pengganti kompetisi, yakni Torabika Soccer Championship (TSC).

Pelatih Kiper Madura United Kurnia Sandy menjelaskan, masih mending tahun 2020 ketimbang tahun 2015. Walaupun, kompetisi domestik tertinggi Indonesia masih dihentikan sementara saat ini, tapi pemain, pelatih, dan official masih mendapatkan penghasilan.

Hal itu juga yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terbaru dengan Nomor SKEP/69/XI/2020.

Dalam SK itu menjelaskan pemain, pelatih, dan official masih mendapatkan gaji dari klub sebesar 25%. Itu terhitung sejak Oktober hingga Desember 2020.

“Bedanya dengan tahun 2015, sekarang masih enak mendapatkan gaji. Ada penghasilan. Itu enaknya kalau dibandingkan dengan QNB,” jelasnya kepada Kabar Madura.

Berbeda dengan tahun 2015, Kurnia Sandy melihat sangat miris. Saat itu, banyak pemain yang banting setir untuk mendapatkan penghasilan.

Tak heran, legenda kiper Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini mengimbau kepada seluruh pemain profesional agar tetap menjaga profesionalitasnya. Yakni, dengan menjaga kondisi fisik selama libur ini.

“Jadi bentuk syukur dan profesionalitas, latihan mandiri harus benar-benar dijalankan. Itu namanya kalian pemain hebat,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed