Berwirausaha untuk Gerakkan “Compok Literasi”  

  • Bagikan
(FOTO: KM IST) INSPIRATIF: Arinal Haqil Ghifari Penggagas Compok literasi

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dari waktu ke waktu, budaya literasi kaum muda mulai menurun. Karenanya, Arinal Haqil Ghifari, Pendiri ‘Compok Literasi’ tergerak untuk bisa merealisasikan langkahnya membangun semangat literasi, menariknya dalam membangun gerakannya, sumber dananya berasal dari hasil berwirausaha krepa snack, yang merupakan hasil produksinya sendiri bersama volunteer lainnya.

“Ada divisi Daya Muda Food yang mengembangkan sebuah produk bernama ‘Krepa Snack’. Selain menggunakan dana pribadi dan kolektif,  kami juga mencari dana dari jaringan yang kami miliki. Dan Alhamdulillah kemarin mendapatkan dana hibah dari salah satu NGO bernama “Semua Murid Semua Guru” atas pengajuan program yang kami beri nama “Teman Literasi Sekolah,” paparnya, Kamis (4/2/2021).

Pria kelahiran Pamekasan 17 Agustus 1995 itu, bersemangat menggerakkan literasi karena  data Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi yang dipublikasikan Kemendikbud tahun 2019 menyatakan, beberapa dimensi seperti aktivitas membaca literasi berada pada  kategori sedang (cukup), sedangkan pada dimensi budaya masuk kategori rendah, dan pada dimensi akses, berada pada kategori sangat rendah.

“Pada tahun 2019 masih terdapat laporan dari dinas pendidikan bahwa sekitar 16.000 warga masih buta aksara. Selain itu, masih banyak masalah kompleks lainnya terkait isu literasi,” ulasnya.

Sosok yang beralamatkan Dsn. Krepek, Embung Barat Daya, Bangkes, Kadur, Kabupaten Pamekasan ini juga menambahkan, melihat realita budaya literasi masyarakat yang cukup rendah, misalnya, belajar pada fenomena yang sempat gempar ketika sebagian masyarakat merebus telor saat tengah malam hanya karena video dagelan editan serampangan. Video tersebut konten hoaks yang dipercayai banyak orang. Oleh sebab itu, hal tersebut menjadi salah satu pendorong  untuk mengedukasi masyarakat.

Baca juga  Polres Kerahkan 3.799 Personel untuk Amankan Pilkades Serentak

“Bagi kami,  Compok Literasi hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat desa untuk berusaha menjadi bagian dari proses peningkatan budaya literasi dan menjadi rekan berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan literasi di Pamekasan, “ulasnya.

Sosok yang pernah menjadi perwakilan Indonesia untuk kegiatan Sakura Science Program dalam study tour ke Fukouka Jepang itu menyatakan, dalam memuluskan setiap langkahnya yaitu  dengan mengedepankan kolaborasi dan gerak bareng dengan berbagai stakeholder.

“Responnya bermacam-macam, ada yang heran, penasaran dan sangat mendukung. Bahkan tiba-tiba ada pemuda yang ingin bergabung, ingin membantu,”tuturnya.

Ia berharap ke depannya kesadaran akan pentingnya pengembangan literasi di tengah masyarakat semakin meningkat, agar tingkat intelektualitas para generasi penerus semakin berkualitas.

“Harapan kami, kesadaran akan pentingnya pengembangan literasi semakin baik,” tukasnya. (rul/km58)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan