oleh

Besok, BKPSDM Sumenep Gelar Test SKB CPNS

Kabarmadura.id/Sumenep-Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilaksanakan hari ini Kamis 17 September 2020 hingga 19 September 2020. Hanya saja tidak semua peserta mengikuti tes tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) jumlah total peserta sebanyak 647 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 596 orang akan mengikuti tes SKB.

Analis Perencanaan SDM BKPSDM Sumenep, Jihan Rizki Dewanti Treeseff mengatakan, sisa peserta yang tidak mengikut tes di daerah sebanyak 51 orang. Menurutnya mereka akan mengikuti tes di luar daerah. Sebab, jauh dari tempat pelaksanaan.

“51 peserta termasuk peserta di Sumenep. Tetapi, tesnya di luar Sumenep Misalnya di Surabaya tesnya atau yang bertempat di Jawa tengah tesnya juga di tempat. Intinya, yang ada di luar kota bisa ikut di luar Madura,” katanya, Rabu (16/09/2020).

Dia menegaskan  hal tersebut diterapkan pada saat rapat koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam rapat juga secara langsung mengundang seluruh perwakilan kantor regional (Kanreg) BKN, untuk membahas rangkaian persiapan pelaksanaan SKB di sebaran titik lokasi (Tilok) yang disusun berdasarkan pilihan peserta.

Baik di dalam maupun luar kota. Hal itu juga didasari atas tindak lanjut surat edaran (SE) Menpan tentang rencana pelaksanaan SKB CPNS formasi tahun 2019 mengenai teknis penyelenggaraan SKB dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, yang dilakukan dengan penetapan lokasi tes untuk meminimalisir pergerakan peserta antar wilayah.

“Berdasarkan hasil pendaftaran ulang peserta SKB, tercatat sejumlah 51 peserta yang saat ini sedang berada di luar kota,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan tes SKB saat ini sudah mencapai 95 persen, untuk 5 persen masih persiapan penataan komputer, serta penataan kursi dan proyektor, merapikan tempat dan pengecekan listrik. Sebab, pelaksanaan akan dilakukan dengan sistem computer assisted test (CAT).

“Semua peralatan sudah lengkap, termasuk penerapan protokol Covid-19 mulai ditata,” paparnya.

Hal senada disampaikan, Kepala BKPSDM Sumenep, Abd. Madjid. Menurutnya, peserta di Sumenep saat ini berkurang. Sehingga, pelaksanaan tes akan dihadiri sebanyak 596 dari jumlah keseluruhan 647.

“Pada saat melakukan registrasi ulang, peserta sudah memilih tempat tersendiri,” ujarnya.

Dijelaskan, ruangan yang disiapkan untuk peserta test sebanyak lima ruangan. Masing-masing akan diisi 17 peserta, terdapat enam sesi pada pelaksanaan tersebut. Sesi pertama sebanyak 85 orang peserta test.

“Hari Pertama Kamis (17/09/2020) ada dua sesi. Hari Jum ‘at (18/09/2020) dua sesi dan hari terkhir Sabtu (19/09/2020) dua sesi,” jelasnya.

Pelaksanaan akan dimulai 08-30 WIB. Tetapi, 90 menit sebelumnya para peserta tes harus sudah sampai di lokasi.  “Sebelum masuk akan dilakukan cek suhu. Jika suhu nya di bawah 37,3 derajat berarti normal atau jika lebih dari 37,3 maka tidak normal dan akan ditahan dulu akan diberi air minum agar suhunya menurun karena mungkin kepanasan di jalan,” paparnya.

Diketahui, Formasi PNS berdasarkan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tersedia 310 orang. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 95 orang , dan tenaga teknis pertanian 45 orang, tenaga teknis 67 orang dan tenaga kependidikan 103 orang

Kemudian untuk ketentuan nilai ambang batas pelaksanaan tes seleksi terbagi atas tes karakteristik pribadi (TKP) dengan point’ 126. Tes wawasan kebangsaan (TWK) 65 poin, tes intelegensia umum (TIU) 80 poin, dan formasi umum yakni 271 poin.

Untuk formasi cum laude, peserta harus mencapai nilai TIU 85 poin. Sedangkan total nilai yang harus dikumpulkan bagi peserta formasi ini minimal 271 poin. Serta untuk formasi disabilitas peserta harus mengumpulkan nilai minimal 260 poin, asalkan TIU minimal 70 poin.

Sedangkan untuk nilai tes lainnya tidak ditentukan. “Jadi, dari 647 nantinya tidak serta merta lulus semua. Namun, diseleksi hingga mendapatkan nilai tertinggi,” ujarnya.

Terakhir, semisal tidak sesuai pada formasi yang ditentukan maka sepenuhnya akan dipasrahkan pada Pemerintah Pusat. Apakah akan ditambah atau dicukupkan. “Kami berharap para Calon PNS yang hendak ikut SKB segera belajar untuk persiapan kelulusannya,” pungkasnya. (imd/ito)

 

Komentar

News Feed