Beton Retak Akibat Kualitas Pekerjaan di Desa Panggung Sampang Buruk

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Proyek rabat beton di Desa Panggung Sampang rusak sebelum dilintasi kendaraan.

KABARMMADURA.ID, SAMPANG – Kerusakan pada proyek rabat beton di Desa Panggung Sampang menjadi bahan perbincangan di internal Komisi III DPRD Sampang. Mereka menilai, keretakan yang terjadi diduga akibat kualitas pekerjaan yang tidak sesuai bestek. Terlebih, kerusakan terjadi pasca pembangunan baru dikerjakan.

Apalagi, keretakan terjadi sebelum jalan rabat beton dilintasi kendaraan apapun. Sehingga, dugaan kuat murni akibat material betonisasi tidak kuat sesuai perencanaan atau kualitas proyek sangat meragukan. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III DPRD Sampang Mohammad Farfar kepada Kabar Madura, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, kerusakan biasanya terjadi saat masa pemeliharaan. Sebab saat itu, proyek sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, proyek rabat beton baru saja dikerjakan sudah rusak. Sehingga, siapapun akan menilai dengan cepat akibat kualitas pekerjaan buruk. “Kerusakan pekerjaan sebelum pemeliharaan itu murni akibat kualitas. Apalagi, tidak ada kaitannya dengan bencana alam,” paparnya.

Dia menjelaskan, proyek betonisasi sudah jelas perencanaannya. Kekuatan beton sudah pasti dihitung. Sebab, betonisasi tidak diperkuat dengan kekuatan aspal, melainkan mengandalkan beton. Jika beton tidak kuat, pasti retak dan rusak. Pihaknya meminta, proyek rabat beton segera diperbaiki dengan melakukan melakukan pengecoran ulang.

“Beton lama harus dibongkar sebagian dan kembali dicor. Bukan hanya ditambal, namun bagian dalam beton masih retak. Kami berharap, kontraktor pelaksana tidak asal-asalan. Jika perbaikan tidak serius, akan kami laporkan. Sehingga perusahaan kontraktor bisa di blacklist,” ancamnya.

Diketahui, anggaran proyek betonisasi sebesar Rp3.796.002.420. Pekerjaan itu, dilaksanakan oleh PT. Duta Ekonomi dengan nilai kontrak Rp3.638.893.186. Proyek tersebut, sekitar sebulan lebih selesai dikerjakan.

Pantauan Kabar Madura, keretakan terjadi di sejumlah titik. Bahkan, ada titik terparah betonisasi hampir putus. Padahal, jalan rabat beton belum dilintasi kendaraan warga. Baik kendaraan roda dua, apalagi kendaraan roda empat.

Tidak hanya itu, setelah ditelusuri, pekerjaan itu belum selesai 100 persen. Proyek yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2021 belum tuntas pengerjaannya. Sebab, belum selesai pada titik terakhir perencanaan. Sedangkan, keretakan terjadi di bagian utara lokasi pembangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang, Hasan Mustofa belum bisa dimintai keterangan. Berusaha ditemui ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan, berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *