Biarkan Tambang Ilegal, Pemerhati Lingkungan Kritik Pemerintah

News44 views

KABAR MADURA | Aktivitas tambang galian C di Sumenep, terkesan dibiarkan. Terbukti, aktivitas ilegal itu malah semakin marak. Bahkan truk pengangkut hasil tambang bebas berlalu lalang.

Aktivitas galian C di Sumenep dinilai, sudah ada pada titik yang sangat mengkhawatirkan karena dibiarkan bebas. Termasuk aktivitas galian C yang tidak jauh dari wisata religi Sumenep, Asta Tinggi.

Aktivis Front Nahdliyyin Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA), menolak atas aktivitas galian C yang masih aktif hingga saat ini. Kemudian, pemerhati lingkungan itu menyebut, sampai kapan pemerintah membiarkan aktivitas galian C. Apakah menunggu kerusakan lingkungan semakin parah m.

“Saya tidak setuju, karena Desa Kasengan dekat dengan Asta Tinggi yang lambat laun juga pasti akan berdampak pada situs tersebut,” kata Aktivis FNKSDA Sumenep, A. Makki Fawaid.

Baca Juga:  Oknum Legislator Sumenep Bantah Miliki Tambang Ilegal

Saat ini, yang paling mendapat sorotan FNKSDA adalah aktivitas tambang galian C yang tidak jauh dari Asta Tinggi, yakni di Desa Kasengan. Menurutnya, di daerah tersebut, lantaran di sekitar wilayah itu manjadi ruh sumber air di kota Sumenep, karena secara geografis di wilayah itu ada sungai yang bersumber dari daerah Desa Kasengan menuju arah kota dan sekitarnya.

Harapannya, semua aktivitas galian C di Sumenep dihentikan. Kalaupun pemerintah masih ingin memperparah kerusakan alam Sumenep dengan tidak menghentikan galian C.

“Paling tidak ada batasan tertentu. Misalnya, galian C batas kedalamannya tidak boleh sekian meter dari permukaan laut atau lainnya. Ini perlu diseriusi, karena sudah sangat jelas dampak dari aktivitas tambang tersebut,”

Pemerhati lingkungan itu menambahkan, dengan adanya aktivitas penambangan, sudah pasti membuat sumber mata air berkurang. Termasuk, yang awalnya kawasan hijau, ketika batu digali akan gersang.

Baca Juga:  Satpol PP dan Polres Sumenep Kompak Abaikan Penindakan Tambang Ilegal, Berdalih Hasil Urukan Tanah Dimanfaatkan Pemkab

“Di setiap bongkahan batu besar pasti ada sumber air, salah satunya di Desa Kasengan,” tuturnya.

Jika alasannya urukan hasil galian C sangat dibutuhkan, untuk pembangunan dan lain sebagainya, pemerintah tidak lantas membiarkan penambang bebas beroperasi dimana saja dan seenaknya sendiri.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar berjanji akan memberhentikan sementara galian C yang tidak berizin, misalnya di Desa Langsar Kecamatan Saronggi sudah dilakukan.

“Nanti akan ada tindakan, kalau mau menutup bukan kewenangan kami, tapi dari Provinsi JawaTimur,” ucap Dadang.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *