Biaya Perawatan 62 Pasien Covid-19 di Sumenep Capai Rp5 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMENI) IKHLAS: Tenaga kesehatan telah merawat pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Klaim pembiayaan perawatan pasien Covid-19 yang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, senilai Rp5 miliar. Nilai tersebut dihitung berdasarkan pengeluaran untuk perawatan 62 pasien sebelumnya.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati mengatakan, dana senilai Rp5 miliar itu merupakan usulan dari perawatan pasien bulan Mei dan Juni.

Bacaan Lainnya

“Pengajuan sudah dilakukan, hanya menunggu hasil verifikasi dan keputusan dari pemerintah puasat,” katanya, Minggu (12/9/2020).

Dokumen hasil penghitungan itu diajukan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Sumenep, kemudian dari BPJS Sumenep dikirimkan pada BPJS Kesehatan Madura di Pamekasan, kemudian diajukan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Klaim biaya perawatan tersebut merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama cair Rp243 juta untuk 14 pasien yang diawat di bulan April. Sedangkan untuk pengajuan tahap III, atau perawatan pasien di bulan Juli-Agustus,  akan diajukan setelah pengajuan tahap II  dicairkan.

Klaim tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Rebublik Indonesia Nomor HK. 01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu bagi RS yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Dia sangat optimis nantinya akan mendapatkan pada klaim tahap kedua. Sebab, tahap pertama sudah terkabul.

“Pelayanan yang dapat dibiayai mengikuti standar pelayanan dalam panduan tata laksana pada pasien sesuai kebutuhan medis pasien,” ujar dia.

Pembiayaan yang dimaksud untuk pelayanan pada rawat jalan dan rawat inap, meliputi administrasi pelayanan, akomodasi atau kamar dan pelayanan di ruang gawat darurat, ruang rawat inap, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi.

Kemudian jasa dokter, tindakan di ruangan, pemakaian ventilator, bahan medis habis pakai, pemeriksaan penunjang diagnostik atau laboratorium dan radiologi sesuai dengan indikasi medis, obat-obatan, alat kesehatan, termasuk penggunaan APD di ruangan, rujukan, pemulasaran jenazah, dan pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis.

“Pola pembayaran yang digunakan dalam klaim Covid-19 adalah dengan tarif INA-CBG yang diberikan top up sesuai lama perawatan yang dihitung sebagai cost per daya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Sumenep Bambang Sanyoto mengatakan, klaim pasien Covid-19 dari RSUD Sumenep sudah dilakukan. Bahkan, saat ini berkas-berkasnya sudah dikirim ke BPJS Kesehatan Pamekasan yang merupakan BPJS Kesehatan pusat di Madura.

Menurutnya, biaya klaim akan ditransfer Kemenkes ke rekening instansi pemohon atau rumah sakit. Harapannya dapat segera cair, agar nasib seorang perawat maupun dokter dapat kesejahteraan.

“Kami hanya menferivikasi selebihnya pencairan langsung dari pusat,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *