oleh

Biaya Wisuda Daring Dipatok Mahal, Mahasiswa Unija Demo Rektorat

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Untuk meluapkan kekecewaannya terhadap kampusnya, ratusan mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep mendemo pimpinan kampusnya, Kamis (19/11/2020).

Mereka memprotes mahalnya biaya wisuda, padahal hanya dilakukan secara dalam jaringan (daring). Akibat mahalnya biaya tersebut, dianggap telah merugikan wisudawan angkatan tahun 2020.

Bahkan mengancam jika permintaan atau tidak ada penurunan, atau kampus menutup mata, dan tetap tidak menurunkan harga maka seluruh calon peserta wisuda, akan kembali pada pelaksanaannya nanti, yaitu tetap melaksanakan wisuda luar jaringan (luring).

Korlap aksi Saleh menyampaikan, pelaksanaan wisuda daring dengan mematok harga Rp750 dinilai tidak manusiawi, bahkan pihak kampus dinilai tidak bisa mempertanggungjawabkan peruntukkan biaya tersebut.

“Temuan-temuan seperti itu, kami menilai kampus sebagai ladang bisnis, sehingga kami menekan untuk turunkan anggaran biaya daring yang cukup besar yang tidak sesuai dengan pelaksanaanya, karena ketika kami melihat rincian biaya belum jelas dan bengkak. Dengan biaya Rp750 ribu, kami siap wisuda asalkan luring,” katanya,  Kamis (18/21/2020).

Mahasiswa yang berdemo itu meminta kelonggaran agar harganya diturunkan menjadi Rp500 ribu. Apalagi latar belakang mahasiswa mayoritas dari keluarga petani, dan masih dalam kondisi terdampak wabah Covid-19.

Mahasiswa Fakultas Teknik Unija itu juga mengatakan, jika kampus masih berpegang teguh pada pendiriannya, maka pihaknya kompak untuk melakukan mogok bayar, dan tetap melakukan aksi atau melaksanakan wisuda luring sendiri di area kampus.

Sebagai rasa ungkapan kekecewaan, mahasiswa juga membakar toga sebagai simbol penolakan terhadap kebijakan pimpinan yang dinilai kurang manusiawi di masa wabah Covid-19 ini.

“Selanjutnya, ketika waktu pelaksanaan wisuda nanti, teman-teman akan melakukan demo lagi, anggap wisuda dengan megapon,” imbuhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Pembantu Rektor I Unija Sumenep Mujib Hannan menyampaikan, keputusan biaya sudah sesuai dengan kesepakatan bersama, sehingga tidak mungkin dilakukan penurunan lagi.

“Dan jika calon wisuda, jika tidak mau mengikuti wisuda tahun ini, maka diperbolehkan mengikuti wisuda tahun depan,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed