oleh

Bidang Perekonomian Pasrah pada Proses Hukum

Dugaan Penyelewengan Bansos Rastra Desa Padangdangan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bantuan sosial beras sejahtera atau bansos rastra di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan diduga diselewengkan. Selama dua bulan, yakni November dan Desember 2018, beras untuk warga miskin raib.

Kepala Sub Bagian Sarana Ekonomi Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Muh Ardjuhadi selaku koordinator tingkat kabupaten pada tahun itu mengungkapkan bahwa pihaknya menyerahkan semuanya terhadap proses hukum yang berlaku.

“Intinya begini, kita tidak menghalangi proses hukum. Kalau itu terbukti, di Padangdangan itu berasnya dijual, tidak sampai kepada masyarakat, silakan dilaporkan,” ungkap Hadi saat ditemui di kantornya, Rabu (15/5).

Hadi menambahkan bahwa pada waktu itu Kepala Desa Padangdangan berstatus pejabat (Pj) yang kebetulan adalah sekretaris Camat (Sekcam) Pasongsongan. Akan tetapi, masalah penyaluran rastra tersebut diserahkan ke perangkat desa.

Sekarang, jelas Hadi, adalah terserah bagaimana respon dari kejaksaan dalam kasus tersebut yang telah dilaporkan oleh organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Pemantau Korupsi (GMPK) ke Kejaksaan Negeri Sumenep pada 11 April 2019.

Berdasarkan data yang dimiliki Bagian Perekonomian, di Desa Padangdangan jatah rastranya sebanyak 3.020 sak, dalam satu saknya berisi 10 kg beras. Beras yang diduga diselewengkan dua bulan, enam ton 40 kg.

Ia memastikan bahwa beras yang disalurkan pada waktu itu telah sampai ke pihak desa karena telah dikawal oleh polisi sampai ke titik desa dan ditandatangani berkas penerimaannya. (mad/rei)

Komentar

News Feed