oleh

Bimas Kemenag Prioritaskan Bimbingan Perkawinan

Kabarmadura.id/Sumenep-Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep Abd. Azis menjelaskan, bimbingan masyarakat Islam akan difokuskan pada bimbingan perkawinan (Bimwin).

“Dari berbagai bimbingan, kami memproritaskan bimbingan perkawinan. Sebab, hal tersebut sangat berguna untuk kerukunan keluarga,” ujarnya.

Dia menambahkan, bimwin itu sangat prioritas. Sebab, juga menjadi program nasional yang setiap tahunnya tidak pernah absen. Sebab, binwin juga dalam rangka membangun SDM unggul dan berkualitas sesuai dengan nilai-nilai nawacita.

Program bimwin ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang dikoordinasikan oleh KSP (Kantor Staf Presiden) dan Bappenas. Program Bimwin dilaksanakan oleh kantor kemenag kabupaten atau kota melalui KUA kecamatan dalam bentuk kelas pelatihan pembekalan selama 16 jam (dua hari) yang diisi oleh para instruktur terlatih, baik dari internal kemenag atau unsur masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan yang komprehensif kepada para peserta untuk menunjang kelancaran rencana kerja pemerintah dalam mewujudkan keluarga sakinah,” paparnya.

Selain Bimwin, bimbingan masyarakat Islam juga termasuk kepenghuluan, kemasjidan, ke-KUA-an, MTQ, dan pembinaan bimwin dan jenis bimbingan lainnya.

“Kami melaksanakan sesuai anggaran yang ada,” katanya, Kamis (09/01/2020).

Dijelaskan, pembinaan itu dilaksanakan dalam satu tahun sekali yang anggarannya di bawah Rp100 juta. Tujuannya, untuk memperkokoh kualitas dari pada penghulu, KUA, MTQ. Sehingga, hal tersebut dapat dirasakan masyarakat sebagaimana mestinya. Misalnya, penghulu dapat menikahkan kedua mempelai untuk menggantikan wali dari pihak keluarga. Ia juga sekaligus mencatat pernikahan tersebut ke dalam catatan pemerintah dengan baik dan benar.

“Kami terus menggenjot program tersebut. Supaya tidak ada kesalahan-kesalahan dikemudian hari,” paparnya.

Sayangnya, keterbatasan anggaran menyebabkan proses bimbingan tidak maksimal. Ia menyebut, bimbingan hanya bisa dilakukan di daratan, tidak sampai menyentuh kepulauan.

“Kami berjanji tahun 2020 semua bimbingan akan dimaksimalkan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed