oleh

Bimbingan Pranikah Terkendala Anggara

Kabarmadura.id/Sumenep-Program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin tidak berjalan maksimal. Sebab, saat ini masih terkendala anggaran. Akibatnya, di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing kecamatan masih minim yang ikut program yang bersumber dari kementrian keagamaan itu.

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sumenep Abd. Aziz mengatakan, tidak semua kecamatan memiliki anggaran bimbingan calon pengantin tersebut. Dijelaskan, dari 27 KUA di Kabupaten Sumenep hanya tersedia 25 angkatan di masing-masing KUA. Yang tidak tersedia tersebut dari daerah kepulauan. Adapun anggaran yang disediakan tahun 2020 di bawah Rp100 juta.

“Di masing-masing KUA di kecamatan pesertanya juga sedikit yakni hanya 6 orang,” ujarnya.

Saat ini dirinya berusaha memaksimalkan anggaran yang ada. Terlebih, nantinya semua kecamatan atau masing-masing KUA dapat tercover. Sebab, bimbingan calon pengantin penting untuk membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

“Keluarga yang kokoh dan tangguh merupakan kebutuhan mendasar negara,” ujarnya.

Dia melanjutkan, membangun keluarga dimulai dari mempersiapkan diri memasuki mahligai rumah tangga. Calon pengantin perlu mendapatkan pengetahuan tentang cara mewujudkan kelurga bahagia, sehat berkualitas, komitmen, bisa mengatasi konflik serta memilik keterampilan hidup.

“Pentingnya bimbingan pada catin untuk meminimalisir angka perceraian,” paparnya.

Dia menjelaskan, program Bimbingan calon pengantin bukan tanpa dasar. Namun, berdasarkan payung hukum dengan Bimas Islam No 373 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin.

Adapun mekanisme melakukan bimbingan bagi calon pengantin yakni, bagi yang telah mendaftar di KUA dan batas waktu maksimal pendaftaran 1 hari sebelum akad nikah. Pelaksnaannya diadakan selama dua hari dengan dibimbing oleh fasilitator bimbingan pernikahan seperti dari Kemenag, Dinas Kesehatan juga Psikolog disertai modul yang sudah ditepatkan.

“Nantinya calon pengantin akan mendapatkan buku pedoman menuju keluarga sakinah,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyatakan, program bimbingan calon pemgantin harus dimaksimalkan. Tujuannya, untuk membangun keluarga yang mandiri. Dengan demikian, nantinya keluarga sudah siap dan tangguh dalam menghadapi masalah di keluarganya.

“Puncak tertinggi ungkapan rasa cinta pasangan kekasih adalah dengan menikah. Menikah tidak hanya menjalankan ajaran agama, namun juga untuk mendapatkan kenyamanan dan ketentraman,” tegasnya.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan modal cinta belaka, setelah menikah, justru tantangan hidup semakin terasa, dan akhirnya berpisah. “Bimbingan calon pengantin wajib maksimal agar mengurangi angka perceraian dan demi menjadi keluarga yang mampu menghadapi cobaan antara kedua pengantin,” tutupnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed