Bismillah, Melayani Pendidikan Sumenep

  • Whatsapp

(Ikhtiar Membangun Pendidikan Berintegritas melalui Peran Strategis Dewan Pendidikan)

Mohammad Suhaidi*)  

Sumenep merupakan salah satu Kabupaten di Madura yang cukup unik. Unik, karena kabupaten dengan julukan “Kota Keris” ini secara geografis terdiri dari darat dan kepulauan. Dengan wilayah yang cukup luas, Sumenep tidak hanya memiliki potensi sumber daya dalam (SDA) melimpah, tetapi juga memiliki potensi budaya dan potensi pendidikan yang cukup besar. Semua potensi tersebut, terutama potensi pendidikan, dituntut untuk dikembangkan dan ditingkatkan secara obyektif dan rasional sesuai regulasi dan dinamika pengembangan pendidikan secara nasional

Dengan kondisi geografis yang ada, pengelolaan dan pengembangan pendidikan di Sumenep, tentu memiliki karakteristik yang tidak sama dengan kondisi pengelolaan dan pengembangan pendidikan di kabupaten lain di Madura, seperti Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Pengelolaan dan pengembangan pendidikan Sumenep, diakui ataupun tidak, sedikit agak rumit dibandingkan dengan wilayah lain. Banyak tantangan yang yang harus dihadapi dalam peningkatan pendidikan Sumenep dan harus dipecahkan dengan pemikiran yang cerdas, obyektif, dan rasional. Selain tantangan tersebut, juga terdapat potensi-potensi unik yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kemajuan pendidikan di Sumenep.

Dalam keterkaitan itu, membangun pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tantangan hari ini merupakan harga mati untuk untuk dibangun dengan sekuat tenaga. Tak ada alasan untuk tidak memajukan pendidikan, khususnya pendidikan lokal. Apalagi, kebijakan pemerintah pusat telah memberikan kesempatan bagi setiap daerah untuk bergerak cepat membangun pendidikan di daerah masing-masing, termasuk di Sumenep. Tujuan akhirnya adalah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) cerdas dan unggul yang dapat mengisi kebutuhan zaman. Hal itu sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Upaya pengembangan pendidikan di Sumenep, tentu saja tidak mudah dilakukan, mengingat tantangan internal yang cukup besar, tetapi bukan berarti, tidak ada solusi untuk menjawabnya. Peningkatan dan pengembangan pendidikan di Sumenep dapat dilakukan sebagaimana di wilayah-wilayah yang lain. Jalan satu-satunya adalah membangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, stakehoholder dan masyarakat untuk bergotong-royong membangun pendidikan Sumenep. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, tidak bisa bekerja sendirian dalam membangun pendidikan, tanpa keterlibatan stakeholder pendidikan dengan maksimal. Hanya dengan prinsip gotong-royong, pendidikan Sumenep  dapat dibangun dengan cepat untuk menjawab tantangan global yang keras dan dahsyat.

Makalah ini secara khusus mencoba menawarkan sebuah pemikiran dalam upaya membangun pendidikan Sumenep yang cerdas dari sudut pandang keterlibatan masyarakat yang direpresentasikan oleh Dewan Pendidikan. Sebab, eksistensi Dewan Pendidikan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong dan menggerakkan upaya-upaya pemerintah dalam melahirkan kebijakan-kebijakan pendidikan yang salihun li kulli zaman. Secara sederhana, masalah utama dalam tulisan ini adalah bagaimana arah pendidikan Sumenep ditata dan bagaimana masyarakat seperti Dewan Pendidikan, harus memposisikan diri dalam upaya menggerakkan kemajuan pendidikan Sumenep sesuai dengan visi dan misi Bupati untuk lima tahun ke depan.

Menata Pendidikan Sumenep, Bismilah Dimulai!

Salah satu visi dan misi Bupati Ahmad Fauzi adalah meningkatkan SDM melalui pendidikan. Visi-misi ini tentu saja sangat relevan dengan konteks kebutuhan zaman hari ini. Kualitas SDM menjadi taruhan utama suatu bangsa di tengah arus persaingan global yang kian dinamis. SDM-SDM berkualitas menjadi tujuan akhir dari proses pendidikan yang dilakukan oleh negara, baik dalam kontek nasional maupun lokal.

Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Nadim Makarim, pada dasarnya untuk merekonstruksi sistem pendidikan kita yang disadari ataupun tidak, masih terlalu monoton. Kemampuan multi yang diharapkan hadir menjadi produk pendidikan, dianggap belum terwujud, sehingga tidak mampu menghasilkan lulusan dengan SDM yang terampil dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat global. Konsep Merdeka Belajar memiliki satu cara pandang yang mencoba melampaui kebutuhan zaman, target akhir pendidikan yang dilakukan adalah: mampu menciptakan SDM yang ahli dan terampil dalam bidang-bidang yang menjadi kebutuhan masyarakat global.

Di sinilah politik pendidikan menemukan relevansinya, untuk dijadikan sebagai langkah awal dalam menghasilkan SDM-SDM berkualitas. Kebijakan-kebijakan pendidikan di Sumenep dituntut untuk segera merespon setiap perkembangan yang ada. Pendidikan Sumenep, sesuai dengan visi-misi Bupati, harus mampu diwujudkan secara bertahap. Sebab, tanpa ada proses perencanaan yang holistik serta strategi pengembangan pendidikan yang taktis, mustahil pendidikan akan mampu menghasilkan SDM-SDM unggul dan berkualitas sebagaimana yang menjadi visi-misi Bupati Ahmad Fauzi.

Sebagaimana telah mafhum, poin kebijakan Bupati adalah menciptakan layanan maksimal dalam pembangunan Sumenep. Tagline “Bismillah, Melayani” secara substansial memberikan pesan kepada masyarakat bahwa standar pembangunan di Sumenep adalah memperbaiki kualitas layanan dalam berbagai sektor, termasuk layanan dalam sektor pendidikan.Tentu saja “layanan” akan menjadi standar awal dalam proses pengembangan pendidikan yang akan berdampak terhadap mutu pendidikan.

Dalam konteks itu, setidaknya terdapat beberapa pemikiran yang dapat dilakukan untuk memastikan proses pengelolaan dan pengembangan pendidikan di Sumenep dapat mencapai visi-misi utama pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan. Pertama, menerapkan konsep total quality management dalam pengelolaan pendidikan di Sumenep, mulai dari dinas pendidikan sampai kepada lembaga pendidikan dalam semua jenjang pendidikan, baik jenjang PAUD, SD, maupun SMP. Total quality management tentu saja akan diimplementasikan dalam semua hal di sektor pendidikan, baik yang berkaitan dengan manajemen perencanaan, manajemen proses, dan manajemen evaluasi yang lebih berkualitas. Lebih khusus lagi, total quality management akan menjadi standar dalam menata SDM-SDM pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Di sinilah, integritas dalam melaksanakan layanan pendidikan akan terwujud, karena total quality management mengilhami terjadinya proses layanan pendidikan memenuhi standar nilai-nilai integritas, antara lain disiplin, jujur, bertanggung jawab, mandiri, adil, dan lain sebagainya.

Kedua, reposisi terhadap figur-figur kunci dalam pendidikan, salah satunya terletak pada figur kepala sekolah. Jabatan kepala sekolah merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan. Maju dan tidaknya sekolah, sangat bergantung pada SDM kepala sekolah. Kepala sekolah yang dibutuhkan dan dapat diandalkan dalam memikirkan pendidikan adalah kepala sekolah yang memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin dan manajer di dalam tubuh sekolah. Dibutuhkan figur-figur ideal yang harus ditempatkan pada posisi kunci dalam pendidikan, sebenarnya bukan hanya pada level kepemimpinan sekolah, tetapi juga berlaku pada kepemimpinan pendidikan secara umum. Sebab, tanpa SDM-SDM dengan karakter kepemimpinan yang ideal, maka proses layanan pendidikan mustahil akan berjalan dengan baik. Dan, pada gilirannya, hanya akan membawa pendidikan ke jurang kehancuran, karena kepemimpinan pendidikan yang tidak ideal. Inilah yang ke depan harus ditata ulang dengan melakukan reposisi kepemimpinan pendidikan yang berintegritas.

Ketiga, rekonstruksi terhadap paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan melalui konsep Kebun Binatang. Konsep Merdeka Belajar yang sedang digagas oleh pemerintah saat ini, merupakan babak baru dunia pendidikan kita. Konsep Merdeka Belajar, secara sederhana mengidealkan suatu proses dan capaian serta evaluasi pendidikan yang realistis dan rasional.   Belajar di sekolah tidak lagi hanya difokuskan pada kemampuan kognitif dan afektif saja, melainkan juga harus ditekankan pada aspek psikomotoriknya. Psikomotorik di sini yang paling gampang diukur dengan keterampilan dan keahlian yang dimiliki. Konsep Kebun Binatang adalah sebuah konsep sederhana tentang manajemen pembelajaran dalam pendidikan yang harus diberikan kepada siswa yang notabene beragam, baik dalam kemampuan, keterampilan maupun keahlian yang akan dicapai. Setiap anak didik memiliki kecenderungan yang berbeda dalam mencapai target pendidikannya, sehingga proses pembelajarannya pun seharusnya dapat dilakukan seirama dengan karakteristik setiap anak didik.

Keempat, reorientasi pengelolaan pendidikan di wilayah kepulauan. Pendidikan wilayah kepulauan kerap kali menjadi masalah krusial yang membutuhkan pemikiran solutif. Problem kedisiplinan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di wilayah pulau, menjadi isu utama yang belum terpecahkan. Tentu saja apabila dibiarkan, akan terus menjadi masalah dalam pengembangan dan pengelolaan pendidikan di kepulauan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah diperlukan politik kebijakan pendidikan yang taktis untuk menata pendidikan di wilayah kepulauan sebagai bentuk aktualisasi dari layanan maksimal terhadap kepulauan. Solusinya: pendidikan kepulauan hanya bisa dibangun dengan cara membangun kepulauan secara berjamaah, bukan hanya sektor pendidikannya saja, tetapi juga sektor-sektor yang lain terkait, seperti infrastruktur, transportasi, dan ekonomi di kepulauan.

Dalam keterkaitan itu, untuk semakin memantapkan arah pendidikan di Kabupaten Sumenep,  perlu gagasan teknis tentang peta konsep pendidikan Sumenep yang dirumuskan berdasar masalah (problem) serta potensi dan karakteristik Sumenep. Peta konsep pendidikan Sumenep tersebut, penting dirumuskan secara detail dan konkret sebagai panduan pengelolaan dan pengembangan pendidikan Sumenep di masa depan, sehingga target membangun SDM-SDM unggul dan berkualitas melalui sektor pendidikan akan tercapai sesuai target.

 

Peran Strategis Dewan Pendidikan untuk  Sumenep Unggul

Sebagai stakeholder utama dalam pembangunan pendidikan, masyarakat tidak hanya sekedar mampu menjadi inspirasi dan motivasi, tetapi juga bisa menjadi salah satu kekuatan dana dalam pembangunan pendidikan. Paradigma pengelolaan pendidikan dengan menempatkan masyarakat sebagai stakeholder utama pendidikan akan mampu menjadi kekuatan permanen dalam mengembangkan dan memajukan masa depan pendidikan, terutama pendidikan Sumenep.

Dalam keterkaitan itu, partisipasi masyarakat sejatinya harus dilembagakan dengan menggunakan prinsip perwakilan agar gagasan, inspirasi, motivasi dan saran yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang pendidikan dapat diformulasi dalam satu agenda bersama, sehingga dapat disalurkan dan diterjemahkan dengan baik. Salah satu wujud perwakilan tersebut, pada giliranya melahirkan Dewan Pendidikan, yang bergerak secara khusus sebagai partner pemerintah dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan yang bermartabat dan berkarakter.

Oleh karena itu, apabila merujuk pada tugas utama Dewan Pendidikan, sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 17 Tahun 2010, disebutkan bahwa Dewan Pendidikan bertugas menghimpun, menganalisis, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota terhadap keluhan, saran, kritik dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan. Maka, dengan berbagai problem pendidikan yang di terjadi Sumenep, diperlukan peran serta Dewan Pendidikan untuk terlibat secara aktif dan partisipatif dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan Kabupaten Sumenep. Spirit “Bismillah Melayani Pendidikan” melalui Dewan Pendidikan, dapat dilakukan dengan merujuk kepada tiga fungsi utama yang diberikan kepada Dewan Pendidikan tersebut. Secara umum bentuk nyata dari transformasi dari tiga peran tersebut, dapat dijabarkan dalam bagan alur berikut :

            Dengan tiga fungsi utama tersebut, Dewan Pendidikan dapat  memberikan kontribusi terhadap keberhasilan visi-misi melayani pendidikan di Kabupaten Sumenep. Dewan Pendidikan tidak memiliki kewenangan menjelma menjadi eksekutor dalam kebijakan teknis pendidikan, melainkan bisa menjadi evaluator dan konseptor dalam pengembangan dan pengelolaan pendidikan di Sumenep ke arah yang sesuai dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Dari beberapa poin misi di atas, point pengawasan (control) merupakan agenda prioritas yang harus ada dalam diri Dewan Pendidikan, karena pengawasan merupakan salah satu fungsi yang melekat dalam diri Dewan Pendidikan, sehingga fungsi ini harus digunakan secara kreatif dan konsisten dalam memonitor arah dan proses penyelenggaraan pendidikan yang ada di Sumenep. Dewan Pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melakukan pengawasan dan kontrol terhadap layanan, kebijakan dan proses yang dilaksanakan agar terbangun budaya transparansi, berkeadilan serta akuntabilitas publik dalam pengelolaan pendidikan. Kontrol yang dimiliki akan dimaknai sebagai pintu masuk untuk mengendalikan dan mengawal proses penyelenggaraan pendidikan secara kaffah, objektif, kritis, konstruktif, dan beretika.

Akhirnya, mewujudkan pendidikan yang melayani tentu saja membutuhkan pemikiran yang sangat kompleks dan tantangan yang juga tidak sedikit, tetapi bagi pemerintah, mimpi tersebut bisa sangat mudah diwujudkan selama ada kemauan yang kuat dan didukung dengan visi pendidikan yang jelas dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan sesungguhnya.

Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan yang cenderung seremonialisme, harus diganti dengan keseriusan dalam mengelola pendidikan, terutama kemampuan dan kemauan dalam mengelola anggaran pendidikan yang sangat besar. Kuncinya adalah dinas pendidikan tidak hanya fokus mengurus anggaran pendidikan, melainkan diarahkan pada spirit untuk mengurus pendidikan secara maksimal. Memastikan pendidikan berkualitas di daerah adalah mutlak diwujudkan, karena itu pada dasarnya termasuk dari upaya-upaya besar untuk “melayani pendidikan” dengan serius.

 

*) Dosen STKIP PGRI Sumenep & Anggota Dewan Pendidikan Kab. Sumenep 2011-2021

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *