BKD Mencatat, Serapan Belanja APBD 2020 Hanya 79,04 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SERAPAN: Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan mencatat capaian belanja APBD 79,04 persen, namun komitmen untuk tahun berikutnya akan ditingkatkan. 

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan mencatat untuk serapan belanja anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada tahun 2020 hanya 79,04 persen, lantaran adanya Covid-19  yang sudah mengubah berbagai perencanaan yang sudah ditargetkan diawal tahun 2020. Namun, angka serapan itu masih akan terus bergerak dengan masuknya belanja bantuan operasional sekolah (BOS) yang saat ini masih dilakukan pengumpulan data.

Menurut kepala BKD Pamekasan, Sahrul Munir,  untuk serapan  belanja APBD tahun 2020 terealisasi 79,04 persen, namun diperkirakan akan mencapai 80 persen dari total APBD yang dirancang, sebab untuk laporan dana hibah BOS masih sedang berlangsung pendataan laporannya.

Bacaan Lainnya

“Dari anggaran sebesar Rp2,4 triliun, terealisasi sekitar 1,9 triliun, ini masih belum termasuk belanja BOS yang masih kita himpun dari lembaga penerima,”paparnya, Rabu (6/1/2021).

Dijelaskannya, untuk proyeksi ke depannya akan terus ditingkatkan kinerja untuk mencapai target yang telah disepakati, supaya serapan dari belanja yang ada bisa lebih tinggi, dengan harapan bisa segera mengerjakan berbagai tugas dan fungsi dari program yang dicanangkan.

“Tentunya butuh kerja sama dari semua lini untuk bisa meningkatkan serapan belanja yang dianggarkan,”pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Harun Suyitno menambahkan, mengingat serapan dari belanja masih belum tercapai 100 persen perlu dilakukan berbagai evaluasi untuk perbaikan dari berbagai program yang telah dicanangkan, sebab sejauh ini sudah didorong untuk terus bisa bekerja cepat.

“Kita DPRD sudah mendorong supaya program pemerintah itu cepat dilaksanakan tanpa kejar tayang dan kejar target, artinya kalau kejar tayang dan kejar target, kami mengkhawatirkan kuantitas dan kualitasnya, jadi perbaikan  harus dilakukan pada tahun selanjutnya,”tukasnya. (rul/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *