oleh

BKD Pamekasan Menunggu Pengembalian Dana Pengadaan Tandon

KABARMADURA.ID, Pamekasan  – Memiliki tanggungan untuk mengembalikan uang senilai Rp850 juta, yang sebelumnya diklaim oleh Inspektorat dalam proses auditing, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, hingga saat ini belum mengindahkannya. Hal itu dibenarkan,  Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Sahrul Munir, Rabu (11/112020).

Menurutnya, sejak Inspektorat melakukan audit pada kegiatan pengadaan tandon tempat cuci tangan, pada September lalu BPBD belum mengembalikan dana itu instansinya. Pihaknya mengaku tidak menerima tembusan laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang diterbitkan oleh inspektorat kepada BPBD.

Dengan begitu, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah total uang yang harus dikembalikan oleh BPBD ke BKD. Meski demikian, BPBD harus segera koordinasi dengan 12 rekanan yang bekerja sama sebelumnya, untuk segera mengembalikan uang tersebut sebelum masa tempo berakhir yaitu selama 60 hari setelah terbitnya LHP.

“Sampai saat ini kami belum menerima pengembalian uang dari BPBD,” pengakuannya ketika ditemui Kabar Madura.

Terpisah, Ketua Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP), Umar Faruq selaku pelapor dugaan tindak pidana korupsi mark up anggaran pengadaan tandon, berjanji akan terus mengawal kasus itu hingga tuntas dan ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan pihaknya menuntut pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, untuk tegas dalam mengungkap kasus tersebut. Sehingga keadilan benar-benar ditegakkan dan menghukum pihak yang terbukti bersalah. “Kami akan kawal ini hingga tuntas,” tegasnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed