oleh

BKD Pamekasan Sebut Dua Sektor Pajak tidak Dipungut Pajak

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Keberadaan dua sektor pajak belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Masing-masing, pajak sarang burung walet dan mineral bukan logam serta batuan. Dari total sektor 11 pajak hanya dua sektor yang terkesan mati suri. Saat ini, dua sektor tersebut masih dalam kajian. Terutama mengenai dampak jika dilakukan penarikan pajak.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, Sahrul Munir, mengatakan tidak ditariknya dua sektor pajak itu lantaran mayoritas tidak berizin. Meski sesuai, Undang-Undang 28 tentang Pajak Daerah Tahun 2009 harus ditarik untuk bisa menyumban ke PAD, namun dua sektor tersebut memang dibiarkan tidak dipungut pajak.

“Jadi dari 11 jenis pajak, hanya 2 yang belum dipungut,  memang ada saran untuk dipungut, tetapi sebelumnya galian C (Mineral bukan logam dan batuan red), baik perusahaan ataupun perorangan belum berizin,” ungkapnya, Kamis (19/11/2020).

Dia menjelaskan, jika sektor yang tidak berizin dan jumlahnya sangat sedikit, untuk dipungut pajak, dikhawatirkan adanya anggapan legalisasi terhadap sektor usaha yang tidak legal. Sehingga meskipun tidak berizin merupakan wewenang untuk menarik pajak tersebut. Selain itu, pajak sarang burung walet lebih banyak biayanya daripada perolehan pajaknya.

“Kami harapkan kepada masyarakat untuk taat membayar pajak. Karena sektor pajakan ini juga menyokong kesejahteraan bersama,”ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Syafiuddin menegaskan, untuk pungutan pajak daerah wajib dioptimalkan. Sehingga keberlanjutan pembangunan di kabupaten yang berjuluk pendidikan ini, bisa terlaksana dengan baik. “Bagaimana mengupayakan supaya bisa, penarikan pajak dimaksimalkan,” sarannya. (rul/ito)

 

Komentar

News Feed