BKPSDM Kabupaten Sampang, Akan Memberhentikan ASN tidak Disiplin dan Melakukan Tindak Kriminal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) DISIPLIN: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang, akan menindak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan tindakan tidak baik.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Masih ingat dengan kasus penganiyaan yang dilakukan Staf Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Faisol (43) terhadap pasangan suami istri atas nama H. Suhar (57) dan Samuna (50) istrinya ?. Akibat kelakuannya, kini Faisol tidak hanya berurusan dengan pihak kepolisian. Akan tetapi, juga berurusan dengan pemerintahan. Sebab, warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun ini masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Saat ini Faisol harus menerima sanksi berat dari pemerintah daerah. Yakni, berupa pemberhentian sementara sebagai abdi Negara. Sebab, sudah ada surat resmi dari kepolisian mengenai penahanannya. Hal tersebut diungkapkan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, Arif Lukman Hidayat, Selasa (12/01/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masa waktu pemberhentian sementara belum bisa dipastikan. Sebab, untuk mengetahui sampai kapan pemberhentian sementara tersebut, masih menunggu keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Sampang. “Sudah diberhentikan, tapi sementara dan itu berdasarkan beberapa tahap yang kami lakukan. Sampai kapan, kami menunggu keputusan inkrah dari pengadilan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, meski pada dasarnya di PN nanti diputuskan bersalah, tidak bisa melakukan pemberhentian. Sebab, kasus yang dialami berupa kriminal bukan tindak pidana korupsi (tipikor). Sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut bersama Inspektorat. “Jika nanti sudah diputuskan, kami menindaklanjuti lagi, bisa jadi ini diberhentikan, cuma kami lihat hasilnya dulu,” jelasnya.

Kendati demikian, ia berharap kepada semua ASN di wilayahnya, agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar peraturan. Tidak hanya kriminal, tetapi kedisiplinan dan tindakan tipikor. Jika perbuatan melanggar hukum tersebut dilakukan, tidak menutup kemungkinan status ASN-nya menjadi taruhannya.

“Pemberhentian ASN ini bukan hanya kriminal, tetapi kedisiplinan dan tipikor juga sama,” pungkasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *