BMKG Pamekasan Prediksi Hujan dan Angin Kencang Akan Terjadi Lagi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) AMBRUK: Salah satu rumah korban angin puting beliung yang roboh akibat diterjang angin kencang di Desa Tagangser Laok Batumarmar.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Kabupaten Pamekasan kembali diguyur hujan deras pada Sabtu (30/1/2021). Kali ini, tidak hanya hujan deras yang menyirami kabupaten berjuluk Gebang Salam ini, namun angin kencang juga turut menghantam..

Tak pelak, sejumlah rumah warga rusak akibat terjangan angin puting beliung. Bahkan, rumah salah satu warga Palengaan Daya atap rumahnya yang terbuat dari seng dibawa terbang sebab  angin begitu kencang.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Amin Jabir mengungkapkan, pihaknya belum bisa merekap jumlah warga yang terdampak angin puting beliung. Namun kendati begitu, pihaknya telah menerjunkan tim Satgas untuk melakukan penelusuran.

Sementara laporan yang masuk kepadanya, lokasi yang terdampak angin puting beliung yaitu di Desa Laden dan Desa Blumbungan. Sementara kondisi terparah ada di Blumbungan, karena sejumlah rumah warga mengalami kerusakan cukup berat.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pamekasan yang diterimanya, hujan deras masih akan membasahi Pamekasan hingga Maret mendatang. Berdasarkan prediksi tersebut, tidak hanya hujan yang akan menumpahi Pamekasan, namun diyakini akan ada keikutsertaan angin, meski kekencangannya belum dapat dipastikan.

Sementara terkait dampak angin puting beliung kemarin, pihaknya telah bersinergi sedikitnya dengan tiga pihak yaitu Dinas Sosial (Dinsos) dalam hal kebutuhan pokok bagi warga terdampak, Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pelayanan kesehatan warga terdampak, dan Dinas Bina Marga untuk perbaikan rumah yang rusak akibat terjangan angin.

“Kemungkinan kedaruratan itu ada tiga faktor, karena bencana alam, bencana sosial, dan bencana kesehatan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya sedang melakukan identifikasi ke gudang yang dimiliki tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, guna memastikan bahan-bahan yang dapat diproyeksikan untuk penanggulangan bencana. Pihaknya juga sedang menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) kemitraan dengan tiga OPD tersebut, lebih tepatnya pada saat dan setelah bencana. “Sehingga, nanti setiap anggota ketanggapdaruratan bisa mengambil perannya,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya bertugas mendata dan mengobservasi korban terdampak dan melakukan sinergitas dengan sejumlah OPD dalam langkah-langkah mitigasi terkait penanganan persoalan kebencanaan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Syafiuddin, meminta pemerintah segera sigap dalam melakukan penanganan dampak bencana alam. Terlebih untuk masyarakat desa yang konstruksi bangunan rumahnya terbuat dari kayu, sehingga mengalami kerusakan cukup parah.

“Saya rasa, dinas terkait yang memiliki anggaran untuk perbaikan rumah warga, harus peka,” tukasnya. (ali/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *