Bocor, Polres Bangkalan Gagal Gerebek Judi Sabung Ayam

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) KECEWA: Polres Bangkalan belum berhasil menangkap para pelaku judi sabung ayam dalam operasi penggerebekan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Para penggemar judi sabung ayam di Desa Suwakan Kecamatan Mondung masih beruntung. Sebab, penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian resort (Polres) Bangkalan pulang dengan tangan hampa alias nihil hasil. Sebab, aksi operasi diduga kuat bocor. Sehingga, saat petugas datang ke lokasi tidak ditemukan kegiatan sabung ayam dan pelaku judi ayam.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, berdasarkan informasi dari warga setempat sabung ayam digelar di tengah sawah. Setiap penjudi, membawa ayam jagoannya untuk diadu dengan taruhan sejumlah uang. Hanya saja, setelah ke lokasi tidak ada kegiatan apapun akibat dugaan bocornya kegiatan operasi.

Bacaan Lainnya

“Tanggal 31 Juli malam, kami dapat laporan adanya sabung ayam yang dijadikan tempat judi. Pukul 14.00 WIB, kami satu tim dari reskrim melakukan penggerebekan, karena lokasi sabung memang masuk ke dalam. Jadi, operasi ini sudah bocor dan akhirnya hanya menemukan lokasi yang sudah kosong,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Berdasarkan barang bukti yang ada dilokasi, pihaknya hanya menemukan dua ayam dan dua unit sepeda motor. Masing-masing, Honda Yamaha Mio dan Honda Vario. “Ada pengaduan lagi dari masyarakat, tepatnya tengah malam tanggal 1 Agustus ada sabung ayam lagi. Tapi lokasinya berbeda di Desa Keleyan, Socah sekitar 14.00 WIB,” ucapnya.

Tim segera menuju lokasi dan ditemukan adanya sabung ayam dengan perjudian. Namun, ketika petugas turun dari kendaraan para pelaku sabung ayam melarikan diri. “Kami hanya bisa amankan tiga orang dari pelaku perjudian, ada 11 ekor ayam dan dilokasi kedua ini kami amankan 93 unit kendaraan bermotor roda dua,” tuturnya.

Barang-bukti (BB) dan pelaku yang diamankan di lokasi diamankan untuk dilakukan interogasi dan terkait pembubaran. Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang melakukan perjudian dalam bentuk apapun. Khususnya kegiatan sabung ayam. “Karena, akan menimbulkan kerumunan masyarakat yang bertentangan dengan protokol kesehatan (protkes) di tengah wabah Covid-19 ini,” tukasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *