oleh

BOK Rp10 M di Kabupaten Sumenep Tidak Terealisasi

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bantuan operasiaonal kesehatan (BOK) di Kabupaten Sumenep, hingga kini masih belum terealisasi. Alasannya, masih butuh persyaratan yang harus terpenuhi, sehingga mengakibatkan dana Rp10 miliar belum terserap oleh 30 Puskesmas.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Moh. Nur Insan mengatakan, BOK untuk puskesmas belum terealisasi. Dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, belum terserap oleh puskesmas.

“Meski sudah dianggarkan saat ini masih belum cair,” katanya, Minggu (30/8/2020)

Dijelaskannya, untuk pencairan dana BOK itu langsung masuk ke rekening puskesmas, karena BOK merupakan dana dari pemerintah pusat. Dinkes hanya mengurus laporan dari puskesmas. Bila sudah masuk, maka  akan diperiksa apakah laporan tersebut sudah benar.

Kendati demikian, pengawasan terhadap realisasi program itu tetap dimaksimalkan.

“Jika sudah diajukan maka akan segera kami proses,” ucap dia.

Dia menyampaikan, seluruh puskesmas diharapkan segera mengajukan kebutuhan- kebutuhan. Dengan begitu, dana BOK akan cepat terealisasi. Sebab, salah satu mekanisme pencairan dana BOK, puskesmas harus lebih dulu mengajukan berbagai alat kesehatan atau jenis kebutuhan lain ke Dinkes Sumenep.

Setelah itu, baru kemudian Dinkes mengajukan kebutuhan tersebut kepada Dinkes Jatim untuk kemudian dilanjutkan pada pemerintah pusat.

Dia menegaskan, pihaknya telah meminta setiap puskesmas untuk memasukan kebutuhan setiap bulan. Tetapi pada kenyataanya, puskesmas hanya membuat laporan tiga bulan sekali. Sehingga, saat ini masih belum dapat dicairkan.

“Bantuan tersebut untuk penurunan stanting, pemilihan perubahan prilaku, operasianal keluarga berencana dan jenis kebutuhan lainnya yang tentunya berkenaan dengan kebutuhan kesehatan,” tukas dia

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Rozah Ardhi Kautsar mangaku sangat prihatin terhadap dinkes maupun puskesmas. Sebab, seharusnya saat ini sudah selayakanya terealisasi.

Dia mengaku akan terus menekan agar Dinkes segera mengupayakan percepatan realisasi program tersebut.

“Cepat terealisasi dan cepat ada titik terang,” pungkasnya. (imd/pin)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed