BOK Tahun 2022 di Dinkes Sumenep Meningkat Drastis Hingga Rp21 Miliar

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DRASTIS: Meningkatnya dana BOK diharapkan bisa meningkatkan pelayanan puskesmas.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Anggaran bantuan operasional kesehatan (BOK) tahun 2022 cukup fantastis. Anggaran untuk operasional pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) itu mengalami kenaikan yang cukup besar. Tercatat pada tahun 2021 anggaranya Rp12 miliar namun tahun ini tembus Rp21 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumenep Agus Mulyono mengatakan, sasaran BOK akan diberikan kepada 30 puskesmas. Bantuan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Dikatakan Agus, untuk sistem pencairannya akan diberikan setelah adanya proposal kebutuhan dari masing-masing puskesmas.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 30 Puskesmas di Sumenep diharapkan segera mengajukan kebutuhan- kebutuhan. Dengan begitu dana BOK akan cepat terealisasi,” ujarnya.

Dijelaskan Agus, dana BOK dinilai aman. Sebab, untuk pencairannya langsung masuk ke rekening masing-masing puskesmas. Karena BOK merupakan dana dari pemerintah pusat, maka pihaknya hanya mengurus laporan dari puskesmas, bila sudah masuk maka  akan diperiksa apakah laporan tersebut sudah benar atau tidak.

Untuk objek realisasi dana BOK akan difokuskan pada kebutuhan misalnya, BOK UKM sekunder, upaya kesehatan masyarakat sekunder, serta BOK kabupaten, penurunan stunting, pemilihan perubahan perilaku, operasional keluarga berencana dan jenis kebutuhan lainnya yang tentunya berkenaan dengan kebutuhan kesehatan.

“Untuk dana BOK kami telah meminta kepada puskesmas untuk memasukkan setiap bulan. Tetapi kenyataanya puskesmas membuat laporan tiga bulan sekali. Sehingga, saat ini masih belum dapat dicairkan,” paparnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, penggunaan dana BOK tahun 2022 haru lebih relevan. Selain itu, anggaran yang fantastis itu bisa meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Anggaran jumbo itu harus dipergunakan sebagaimana mestinya,” ucap politisi PKB itu.

Ditegaskannya, anggaran BOK tahun 2022 sangatlah besar, tentu hal tersebut rawan dijadikan banjakan. Maka dari itu pihaknya menekankan kepada dinas terkait untuk lebih selektif lagi dalam melakukan pengawasan kepada puskesmas.

“Harus tepat sasaran. Dalam setiap tahun dana BOK miliaran, jangan sampai jadi bancakan” tutupnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.