BOR Menurun, Level PPKM di Bangkalan Tetap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TETAP WASPADA: Meski hasil penilaian kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mengalami penurunan masyarakat harus disiplin mematuhi protokol kesehatan (protkes). 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kabupaten Bangkalan masih bertahan di level 4. Padahal, bed occupancy rate (BOR) atau tempat hunian di rumah sakit dan kasus aktif mulai turun. Bahkan, daerah yang identik dengan slogan kota dzikir ini masuk pada daerah aglomerasi.

Sehingga, meski hasil penilaian tentang PPKM masuk pada level 3, masih ada daerah zona merah yang menyebabkan bertahannya ketentuan dari Pemerintah Pusat di level 4. Meski daerah kota terbebas dari zona merah, wilayah lain yang masuk aglomerasi masih ada zona merah. Hal ini diungkapkan Humas Covid-19 Bangkalan Agus Zein, Kamis (12/8/2021).

“Leveling itu, tidak berdiri sendiri. Karena mencakup zona wilayah tertentu yaitu Surabaya Raya dan sekitarnya. Jadi, walaupun penilaian Bangkalan level 3 kalau tetangga kami masih ada zona merah, maka treatment nya kami masuk di level 4. Indikatornya seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, selama PPKM mikro mobilitas dan aktivitas masyarakat cenderung menurun. Sehingga, bisa menurunkan level PPKM jika BOR dan kasus aktif semakin turun. Meski turun, perlu ketertiban masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes). “Kami tetap, mengharap ada kedisiplinan masyarakat dalam protkes untuk kegiatan di luar rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku, telah melakukan pemantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan beberapa waktu lalu. Hasilnya, BOR rumah sakit memang menunjukkan penurunan. Dari total 10 tempat tidur di ruang ICU yang tersedia hanya terpakai 7 tempat tidur.

Sedangkan di ruang isolasi, hanya terpakai 41 dari total 153 tempat tidur atau terpakai sebanyak 26,79 persen. “BOR ini terus menurun dari dua minggu terakhir ini. Terlihat dari jumlah tempat tidur yang disediakan juga berkurang,” responnya.

Pihaknya meminta masyarakat dan semua pihak untuk tidak menganggap remeh Covid-19 yang sampai saat ini masih ada. Sebab, kasus bisa melonjak sewaktu-waktu jika lengah atau mengabaikan upaya mitigasi dan protkes.  Bahkan, akan menggandeng Polres dan Kodim 0829 Bangakalan agar terus berupaya untuk mengoptimalkan tempat isolasi yang terpusat di sejumlah wilayah.

“Yang isolasi di rumah juga terus kami pantau melalui kepala desa (satgas desa, red) supaya termonitor kondisinya, karena ada yang mungkin butuh obat, ada yang butuh oksigen, kalau di rumah tidak bisa semua terfasilitasi,” tukasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *