oleh

BOS Naik Rp100 Ribu per Siswa, Wajib Belanja untuk Pencegahan Covid-19

Kabarmadura.id/SAMPANG-Tahun ajaran 2020 -2021, pagu anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) untuk jenjang pendidikan sekolah (SD) dipastikan mengalami kenaikan. Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebut, kenaikan pagu dari awalnya hanya Rp800 ribu, menjadi Rp900 ribu per siswa dalam satu tahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam yang dikonfirmasi melalui Kasi Pembinaan SD Abdul Rahman mengatakan, kenaikan BOS itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Juknis BOS.

Sedangkan jumlah siswa di Kabupaten Sampang per Oktober2020 tercatat sebanyak 70.378 siswa. Jumlah itutersebar di 618 lembaga pendidikan, rinciannya, 528sekolah dasar (SD) negeridan 90 lembaga pendidikan swasta.

“Maka total pagu anggaran BOS SD tahun ini mencapai Rp56.462.400.000,” urai Abdul Rahman saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Senin (20/7/2020).

Setelah wabah Covid-19 ditetapkan sebagai bencana nasional, yakni pada Maret lalu, dalam juknisnya, ada penyesuaian penggunaan dana BOS, yakni setiap sekolah penerima BOS dapat membelanjakannya untuk penanganan wabah Covid-19 di lingkungan sekolah, namun sesuai ketentuan yang ada.

Terdapat tiga poin dalam juknis penggunaan BOS yang berubah, yakni awalnya dana BOS untuk honor guru maksimal 50 persen, tapi setelah direvisi menjadi 70 persen, tergantung kebutuhan sekolah.

Setiap sekolah dituntut menganggarkan pengadaan barang-barang untuk pencegahan penularan Covid-19, seperti masker untuk murid dan guru, tempat cuci tangan dan semacamnya.

“Dan setiap sekolah diperbolehkan menganggarkan biaya internet untuk guru dan siswa, tapi rata-rata sekolah di Sampang belum mampu membiayai internet para siswanya, karena anggaran relatif terbatas,”jelasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang Zainuddin berharap, penggunaan dana BOS oleh masing-masing lembaga itu harus berdasarkan azas manfaat dan kebutuhan sesuai juknis yang sudah ditentukan. Pihaknya mengingatkan para kepala sekolah agar tidak main-main dengan bantuan dana operasional itu.

Dia juga meminta, hak para guru honorer tetap diproritaskan, terlebih saat ini sudah ada kebebasan bagi setiap lembaga untuk menganggarkan dana BOSuntuk honor guru mencapai 70 persen dan masih bisa lebih.

“Prinsipnya, dana BOS ini harus dikelola secara optimal, sehingga harapannya kedepan mutu pendidikan, khususnya di Sampang ini bisa lebih baik,” tukas pria yang Zen itu. (sub/waw)

Komentar

News Feed