oleh

BPBD Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Kabarmadura.id/Bangkalan-Musim kemarau telah usai. Beberapa hari terakhir, Bangkalan diguyur hujan lebat disertai angin dan petir. Hal ini tentunya menandai adanya cuaca ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem tersebut.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BPBD Bangkalan Rizal Moris. Ia memaparkan, hujan yang disertai oleh angin kencang bisa jadi menjadi angin puting beliung. Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km per jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit.

“Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus. Biasanya angin puting beliung diawali dengan udara yang terasa panas akibat radiasi matahari yang cukup kuat di suatu pagi hingga siang,” jelasnya.

Masih menurut Rizal Moris, pengalaman kejadian yg sebelum-sebelumnya biasanya ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 WIB dan 07.00 pagi yakni lebih dari 4.5°C. Di mana hal itu disertai dengan kelembaban cukup tinggi mencapai nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb atau di atas 60 persen.

Rizal beharap agar masyarakat mengetahui tanda-tanda akan adanya angin ini dengan menandai saat pagi itu akan terbentuk awan Cumulus atau awan putih berlapis-lapis. Di antara awan tersebut akan ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan, itu kemudian akan berubah cepat menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB). Setelah itu, pepohonan, dahan atau ranting yang ada di sekitar akan mulai bergoyang cepat.

Tanda selanjutnya, Rizal mengatakan, biasanya adanya sentuhan udara dingin di sekitar tempat tersebut. Hujan akan turun sangat deras secara tiba-tiba di titik di mana angin kencang ini berhembus. Jika hujan hanya gerimis maka angin puting beliung terjadi di titik yang lebih jauh.

Masih menurut Rizal, jika dalam 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi penghujan/pancaroba maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun dari angin yang masuk dalam kategori puting beliung.

“Kami BPBD mengimbau jika terjadi puting beliung warga agar dapat berlindung dengan cara merapatkan tubuh ke dinding bangunan yang kokoh. Tidak saya sarankan berlindung di dalam mobil bagi yang sedang berkendara,” paparnya.

Sebagai antisipasi dampak puting beliung itu, Rizal mengatakan, ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan warga. Yaitu hendaknya merapikan pohon besar, rimbun, dan tinggi serta rapuh untuk mengurangi beban pada pohon tersebut.

Kemudian mengecek dan memperkuat bagunan nonpermanen maupun semipermanen seperti atap rumah yang sudah rapuh. Juga mengecek dan memperkuat bagunan konstruksi seperti papan reklame, dan baliho.

“Segera menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung,” pungkasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed