BPBD Prediksi Serangan Angin Kencang di Bangkalan Belum Usai

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) BERES-BERES: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memotong ranting pohon di sekitar Alun-Alun Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Serangan angin puting beliung di Bangkalan yang terjadi sejak Senin (9/12/2019), belum terbilang usai. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, masih mengeluarkan peringatan dini adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bangkalan.

Hal itu, membuat BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kerja bareng memengkas ranting pohon di sepanjang Kota Bangkalan. Hal tersebut dilakukan, untuk meminimalisir dampak akibat datangnya angin puting beliung kembali. Terlebih, sasaran yang paling mudah roboh, adalah pepohonan dan tiang listrik.

Menurut Kepala BPBD Bangkalan Rizal Morris, untuk wilayah Bangkalan dan sekitarnya, diprediksi akan terjadi hujan pada siang hari disertai angin. Sedangkan untuk wilayah luar Jawa akan terjadi hujan pada malam hari.

“Kepada masyarakat harap wasapada sebab, 3 hari ke depan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat untuk wilayah Bangkalan,” ujarnya.

Hujan disertai angin kencang ini, diprediksi masih berada di Kecamatan Burneh dan Kecamatan Bangkalan. Intensitas kecepatan angin, masih dari timur ke tenggara dengan kecepatan 5– 30 km/jam, dengan suhu 17°c sampai 35°c dan kelembapan udara 45-100 persen.

“Untuk masyarakat yang melakukan aktivitas di luar harap berhati-hati,” pesannya.

Sedangkan untuk wilayah utara, bagian Arosbaya–Klampis, hingga saat ini belum ada peringatan dini dari BMKG. Selama sepekan ini saja, banyak pohon dan tiang listrik tumbang akibat terjangan angin tersebut. Di mana keberadaan angin ini juga mampu menghancurkan bangunan milik warga.

“Untuk wilayah utara, kami masih belum menerima peringatan dini untuk angin kencang. Sejauh ini, yang masih berpotensi angin kencang di Burneh dan perkotaan, itu akan terjadi hingga tiga hari ke depan,” jelasnya.

Akibat banyaknya bangunan rusak, pepohonan dan tiang listrik roboh, terdapat 4 korban. Dua korban luka ringan dari amukan angin puting beliung di Kecamatan Galis pada 24 November lalu, dan 1 orang meninggal tertimpa bangunan rumah.

Sedangkan 1 korban lainnya mengalami luka berat saat angin puting beliung menerjang kawasan Kota Bangkalan, Rabu (11/12).

“Tadi sekitar jam 11 kami dapat info kalau korban dalam kondisi pemulihan,” tukas Rizal saat ditanya kondisi korban angin puting beliung kemarin.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sendiri belum terlihat memberikan bantuan atau santunan kepada para korban yang terdampak terjangan angin tersebut selama sepekan ini. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *