oleh

BPBD Sampang Minta Masyarakat Antisipasi Musim Pancaroba

KM/SUBHAN – ANANG DJUENAIDI: Kepala BPBD Sampang

Kabarmadura.id/SAMPANG – Badan Penanggulangan Benacana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menyebut musim penghujan akan berakhir pada akhir bulan Maret ini, sehingga pada awal bulan April 2019 ini sudah memasuki pancaroba atau masa peralihan musim. Hal itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya. Untuk itu warga diminta menampung air hujan sebanyak-banyaknya sebagai persedian pada muasim kemarau.

Kepala BPBD Sampang, Anang Djuenaidi mengatakan, musim penghujan untuk wilayah Kota Bahari akan segera berakhir, kendati hingga sampai sekarang di berbagai wilayah di Sampang masih diguyur hujan. Namun intensitas dan curah hujan sudah sangat kecil, karena pergantian musim sudah semakin dekat.

Kata Anang, dalam rangka mengantisipasi pancaroba, pihaknya akan segera mendirikan posko siaga kekeringan. Sebab Sampang memiliki wilayah dengan tingkat rawan kering kritis yang sangat banyak, yakni mencapai  42 desa yang tersebar di 12 kecamatan, sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

”Pertanggal 1 April mendatang ini sudah memasuki pancaroba, maka kami himbau semua warga khususnya di wilayah langganan kekeringan senyampang hujan turun agar manampung air, dan tetap menjaga kesehatan, karena pada musim pancaroba serangan penyakit biasa meningkat, seperti flu dan sebagainya,” ujar Anang kepada awak media, kemarin (27/3).

Lanjut dia, selain diminta manampung air karena musim penghujan akan berakhir, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai bencana alam memasuki pancaroba seperti sekarang ini. Adapun jenis bencana alam yang perlu diwaspadai memasuki pergantian musim meliputi angin kencang, bencana puting beliung, dan kebakaran.

Sebab, kata Anang, jika berkaca kepada pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ketiga jenis bencana alam itu selalu terjadi pada saat musim transisi. Meski mulai memasuki musim kemarau, namun hujan masih turun di beberapa wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang.

”Kami harap masyarakat lebih hati-hati jika membakar sampah karena berpotensi menimbulkan kebakaran. Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa wilayah yang rawan dilanda angin puting beliung maka harus mewaspadai sendiri,” bebernya.

”Semoga musim pancaroba kali ini tidak terjadi bencana dan kekeringan bisa berkurang, karena sudah diantisipasi sejak dini dengan menampung air yang banyak,”pungkas Anang. (sub/pai)

Komentar

News Feed