BPBD Sumenep: Anggaran Penanganan Kekeringan Butuh Rp120 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) RUTINITAS: Setiap tahun Pemkab Sumenep harus melakukan dropping air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pada musim kemarau tahun ini sejumlah desa mulai mengalami kekeringan. Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan pemetaan terhadap desa yang akan mendapat dropping air.

Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan kekeringan sekitar Rp120 jutaan. Dijelaskannya, saat ini terdapat 30 desa yang berada di 10 kecamatan yang terancam kekeringan, bahkan, jumlah desa yang terancam kekeringan masih berpotensi bertambah.

“Sebanyak 30 desa itu sudah hasil pendataan, dari jumlah itu terdapat 11 desa masuk kategori kering kritis dan 19 desa lainnya terkategori kering langka,” katanya.

Secara spesifikasi, daerah yang dikategorikan kering kritis yakni tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Batuputih, dan Kecamatan Talango.

Kemudian, daerah dengan kering langka tersebar di Kecamatan Gayam, Kecamatan Ganding, Kecamatan Bluto, Kecamatan Batang-Batang, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Dasuk, Kecamatan Rubaru dan sebagainya.

Rahman menambahkan, kategori kering kritis itu apabila jarak ke lokasi sumber mata air mencapai di atas tiga kilometer, selain itu ketersediaan air bersih berkurang dari 10 liter perorangan setiap harinya.

Sedangkan kering langka, bila jarak dari pemukiman warga ke sumber mata air itu antara 1,5 sampai 3 kilometer dengan kebutuhan kurang lebih dari 30 liter perorangan setiap harinya.

“Yang mengajukan sudah ada tinggal menunggu dropping saja, paling dalam minggu ini. Kalau anggaran yang disetujui Rp64 juta, kalau kebutuhan sekitar Rp120 juta,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *