oleh

BPBD Sumenep belum Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

Kabarmadura.id/Sumenep-Musim kemarau tahun ini berpotensi menimbulkan kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum mempersiapkan rencana penanggulangan terhadap bencana tahun tersebut.

Bahkan, pemetaan wilayah dan anggaran khusus kekeringan belum tersedia. Sebab dana itu merupakan penyediaan anggaran yang tidak terduga. Hal ini diungkapkan, Kepala BPBD, Sumenep, Rahman Readi, Kamis (24/09/2020).

“Masih belum ada anggaran sama sekali. Jika ada kekeringan saat ini harus diusahakan di dana desa terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia mengaku, kekeringan saat ini sudah mulai terjadi, bahkan diprediksi tidak jauh dari tahun sebelumnya. Sesuai pemetaan wilayah di tahun sebelumnya, kekeringan terjadi di Kecamatan Pasongsongan, Batu Putih.

“Kami hanya mengusahakan. Sebab, anggaran saat ini tidak selonggar tahun sebelumnya akibat adanya Covid-19,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika berkaca pada tahun sebelumnya, maka anggaran akan direncanakan senilai Rp80 juta.  “Ya, saat ini sedang diusahakan walaupun anggaran masih belum jelas. Entah diambilkan dari anggaran tak terduga dan lainnya,” paparnya.

Bisa jadi, lanjut Rahman Readi menegaskan anggaran tidak terduga  dilakukan penyesuaian. Pihaknya berjanji jika anggarannya sudah ada maka akan menetapkan status darurat kekeringan.

“Saat ini Wilayah yang sudah mulai kesulitan air ada di bagian daerah montorna Pasongsongan. Insyaallah kami akan mengusahakannya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, kondisinya berbeda. Dimana anggaran yang sebelumnya disediakan sudah digunakan untuk penanggulangan Covid-19. Dengan demikian walaupun disediakan air bersih, jumlahnya tidak sebanyak tahun sebelumnya. “Kalaupun ada mungkin hanya senilai Rp50 Juta,” tukas dia.

Sementara itu anggota komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan seharusnya, pihak BPBD memberikan tindakan terhadap sejumlah daerah yang mengalami dampak kekeringan. Sebab, bantuan seperti dropping air sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.

“Meski anggaran tidak ada karena alasan Covid-19 maka harus diusahakan, jika tidak masyarakat akan sengsara karena kurangnya air,” responnya.

Dia mengakui bahwa setiap tahun memang ada bantuan dropping air yang bersumber dari Pemkab Sumenep. “Walaupun di masa pendami Covid-19 harus ada dan dianggarkan,  hal ini juga menyangkut jiwa,” tuturnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed