oleh

BPBD Sumenep Pilah Sikap Pasif dalam Atasi Kekeringan

Kabarmadura.id/Sumenep-edikitnya ada 38 desa di Sumenep yang diprediksi akan mengalami kekeringan pada saat musim kemarau tahun ini. Sementara ada sekitar 4 desa di Kecamatan Batu Putih yang sudah melakukan pengajuan secara tertulis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi menyampaikan, guna mengantisipasi penanggulangan kekeringan pihaknya akan mengajukan anggaran.

“Sekarang kan anggarannya dipangkas Covid-19, makanya kami meminta ke anggaran itu. Sebab kekeringan kalau di Sumenep ini sudah pasti terjadi, dan kami tidak mau kewalahan, sebab anggaran tidak terduga di kami juga sudah habis,” katanya.

Menurutnya, dari 38 desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan di antaranya, Kecamatan Pasongsongan dan Batu Putih. Sementara yang sudah mengajukan yakni Desa Badur, Putih, Bantelan, Tangedan, dan Larangan Barma, semuanya Kecamatan Batu Putih.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, ada beberapa jenis kriteria kekeringan yang diprediksi akan melanda sebagian daerah di Sumenep. Mulai dari kering terbatas, kering langka, hingga kering kritis.

Sehingga pihaknya sudah meminta kepada aparatur desa melalui kecamatan agar segera melakukan pengajuan, sebab pihaknya secara detail sudah menyampaikan daerah yang akan mengalami kekeringan.

“Misalnya seperti di Desa Montorna, Prancak, dan Desa Campaka, yang kesemuanya ada di Kecamatan Pasongsongan, saya sudah minta segera mengajukan nanti ketika sudah tiba maka langsung didistribusikan, bukan malah sebaliknya ketika sudah tiba, minta” terangnya.

Sebab menurut dia, proses pencarian atau pendistribusian air bersih guna penanggulangan bencana kekeringan butuh tahap-tahapan. “Ini kan tidak ada anggarannya, kami harus segera mengajukan ke pak bupati, dan pengajuan bisa dilakukan ketika sudah ada permohonan dari bawah,” pungkasnya. (ara/ong)

 

Komentar

News Feed