oleh

BPJS Sumenep Minta Pendaftaran Tidak Boleh Pakai Calo

KABARNMADURA.ID, SUMENEP -Pelayanan pembuatan kartu  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan di Sumenep perlu pembenahan. Sebab, tidak jarang ditemukan dalam pembuatan kartu kesehatan itu banyak yang menggunakan perantara atau calo. Kondisi tersebut membuat legislatif meminta agar ada perbaikan manajemen dalam pelayanan pembuatan kartu BPJS tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Fitri Choirudin mengakui, jika masih ada sebagian pendaftar BPJS menggunakan jasa calo atau pihak ketiga. Ditegaskannya, mengenai jumlah calo atau pihak ketiga tidak dapat disampaikan sebab hal itu akan beresiko.

“Intinya, calo pembuatan kartu BPJS masih ada. Para peserta yang ingin daftar wajib daftar sendiri,” katanya, Rabu (3/3/2021)

Dia mengatakan, mendaftar ke pihak ketiga sangat berbahaya bagi kelangsungan kepesertaan BPJS. Sebab, terkadang data yang diajukan tidak valid dan bisa berubah.

“Mendaftar pada pihak ketiga akan merugikan peserta itu sendiri,” paparnya.

Fitri melanjutkan, sosialisasi akan pentingnya ikut BPJS Kesehatan, serta mewanti-wanti untuk tidak mendaftar pada pihak ketiga sudah sering disampaikan di sejumlah pertemuan. Namun kenyataanya masih saja ada yang lebih mempercayakan kepada calo.

“Mendaftar sendiri itu lebih baik, kami siap membantu ketika ada kekurangan persyaratan,” ucap pria yang akrab disapa Fitri itu.

Dia menambahkan, dalam mendaftar atau pembuatan kartu BPJS sebenarnya masyarakat tidak usah ribet. Masyarakat tinggal mempersiapkan kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), dan mengisi formulir data peserta.

“Siapapun yang mendaftar melalui orang lain pastinya ditolak,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, hal yang perlu dibenahi adalah manajemen pelayanan. Selain itu yang paling penting dipahami tidak semua yang membantu dalam pelayanan pendaftaran BPJS statusnya adalah calo. Bisa jadi itu murni masih famili atau perangkat desa yang sengaja membantu masyarakat dalam pembuatan kartu BPJS kesehatan.

“Saya tidak mempermasalahkan calo. Tetapi, manajemen BPJS Sumenep harus dibenahi,” pungkasnya, (imd/mam)

 

 

 

 

Komentar

News Feed