BPJS Tanggung Denda Rp60 Juta Setiap Hari

  • Whatsapp
DIDENDA: Telat bayar jaminan kesehatan ke rumah sakit, jasa pelayanan jaminan kesehatan BPJS didenda 1 persen dari total klaim yang disepakati. (KM/MIFTAHUL ARIFIN)

Kabarmadura.id – Pelayanan jasa jaminan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terancam pembayaran denda keterlambatan hingga ratusan juta rupiah, jika terlambat membayar biaya iuran bulanan yang telah disepakati ke rumah sakit.

Kepala Bidang (Kabid) Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Pamekasan, Febby Mandolang menjelaskan, meski selama beberapa bulan terkahir BPJS terlambat membayar jaminan kesehatan ke sejumlah rumah sakit, bukan tidak menerima konsekuensi atau denda yang harus dibayarkan kepada pihak rumah sakit.

Berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, setiap 15 hari dalam satu bulan, BPJS berkewajiban memverifikasi data klaim pembayaran yang diajukan rumah sakit. Baik itu rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah yang bekerja sama dengan BPJS.

Setelah proses verifikasi selesai, BPJS memberikan total pembiayaan yang harus disepakati antara BPJS dengan rumah sakit, berdasarkan pada hasil verifikasi berkas pengajuan pembiayaan.

“Kami mengikuti regulasi yang ada. Selain harus selesai verifikasi, pembayaran terhadap klaim juga sudah harus terbayar. Jika tidak, kami kena denda 1 persen dari total klaim,” katanya Minggu (7/10).

Dijelaskan Febby, pembayaran denda yang harus dibayarkan pihak BPJS sudah diketahui oleh rumah sakit. Sehingga meskipun ada keterlambatan pembayaran, klaim jaminan biaya kesehatan, pihak rumah sakit tidak akan dirugikan akibat keterlambatan dropping pembayaran dari BPJS pusat.

Hitungannya, dari setiap satu hari keterlambatan pembayaran klaim pembiayaan jaminan kesehatan. BPJS berkewajiban membayar satu persen dari total klaim yang jumlahnya hingga mencapai ratusan juta rupiah.

“Dari setiap satu hari keterlambatan pasca 15 hari verifikasi, BPJS harus membayar denda 1 persen,” ungkapnya.

Febby mencontohkan, dari tunggakan pembayaran klaim pembiayaan jaminan kesehatan sebesar Rp6.842.816.600 pada bulan Juli 2018, denda yang harus dibayarkan oleh BPJS ke RSUD Pamekasan, sebesar Rp60,8 juta per hari.

“Tanpa RSUD tagih, kami tetap bayar denda itu,” pungkasnya.

Sebelumnya dijelaskan oleh Kabid Penagihan dan Keuangan BPJS Pamekasan, Erika Windy Astari, keterlambatan pembayaran ke rumah sakit, disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, dalam membayar iuran bulanan BPJS tepat waktu.

Tercatat, dari 2.490.352 peserta BPJS Kesehatan se Madura. Peserta yang taat membayar iuran bulanan ke BPJS hanya sebanyak 39.592 orang. Akibatnya, terdapat tunggakan pembayaran iuran warga ke BPJS yang tembus Rp7 miliar.

“Keterlambatan pembayaran ke rumah sakit juga disebabkan oleh keterlambatan pembayaran iuran dari peserta BPJS,” katanya. (pin/waw/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *