BPKAD Akui Retribusi PBB di Bawah 50 Persen

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) masih rendah. Kondisi ini dibuktikan dari hasil serapan akhir tahun. Seluruh unit retribus, terkecuali PBB serapannya mencapai 70 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Penagihan, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Suhermanto mengatakan, tahun ini target khusus retribusi pajak daerah memang dinaikkan dari tahun sebelumnya.

Namun pihaknya pesimis untuk mencapai target. Sebab target retribusi pajak menjadi barometer kekayaan atau pendapatan sebuah daerah. Sehingga, target setiap tahunnya diproyeksikan selalu naik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Idealnya memang seperti itu, tapi berhubung tahun ini Covid-19, maka diturunkan targetnya, tapi untuk beberapa jenis retribusi pajak ada yang sudah 90 persen, tapi untuk PBB masih rendah,” katanya, Minggu (15/11/2020).

Ia menyebutkan, ada beberapa komponen yang ditargetkan mampu menyumbangkan terhadap pendapatan asli daerah (PAD), mulai dari retribusi pajak hotel, restoran atau rumah makan, Bea Perolehan Hak atas Tanah  dan Bangunan (PHTB), dan parkir.

Sementara, dari target yang ditentukan, PAD yang diserap dari pajak daerah sudah tercapai maksimal. Sedangkan, untuk pendapatan PBB masih sekitar Rp2,2 miliar dari Rp5 miliar yang ditargetkan.

Sebagai upaya, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala desa (kades), guna berkoordinasi. Sebab, untuk PBB harus dimaksimalkan di penagihan. Apalagi, saat ini memang masyarakat masih belum sepenuhnya respon terhadap pembayaran, yang memang dampaknya akan kembali kepada masyarakat.

Meski selama ini ada sanksinya, belum efektif. Pihaknya juga menyadari, saat ini sudah banyak lahan atau tanah yang kurang produktif, atau tidak ditanami. “Tapi bukan lepas kewajiban membayar pajak, untuk memaksimalkan serapan, maka melalui kepala dusun (kadus) dengan tambahan honor juga untuk ongkos menagihnya,” pungkasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *