BPNT Belum Terealisasi, KPM Dikurangi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) di Sumenep belum terealisasi. Saat ini ada pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yakni dari 186 ribu dikurangi menjadi 15 ribu. Pengurungan tersebut terjadi karena banyaknya NIK ganda kemudian ada yang meninggal.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep Moh. Zaini menyampaikan, pelaksanaan tersebut bakal dilaksanakan pada bulan ini yakni, minggu keempat Bulan September 2019.

“Ya, insayallah mingggu keempat bulan ini,” katanya, Selasa (17/9).

Dijelaskan, mengenai cara pengisian administrasinya yakni, mengisi formulir yang diberikan oleh bank dengan menyerahkan fotokopi KTP, KK. Nanti kalau formulir sudah selesai, bank akan memberikan kartu kepada KPM.

Tujuan BPNT dilaksanakan supaya masyarakat mendapatkan bantuan serta kegiatan tepat sasaran, tepat waktu, serta masyarakat yang tumbuh berkembang. Selain itu pemerintah ingin memperbaiki sistem yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

“Mari sama sama berdoa dan terus berikhtiar untuk BPNT,” ujarnya.

Dilanjutkan, setiap KPM akan diberi kartu seperti anjungan tunai mandiri (ATM) dari bank BRI sebagai penyalur. Kartu itu bisa digunakan untuk mengambil sembako berupa beras dan telur di setiap warung elektronik (e-warung).

Selain itu, e-warung juga harus mendapat persetujuan dari KPM dan kepala desa setempat. BPNT tersebut kata taufik, untuk menekan penyimpangan bantuan. Dengan begitu penyalurannya tepat sasaran dan setiap KPM perbulan mendapat jatah bansos beras dan telur.

“Jika dirupiahkan senilai Rp110 ribu tiap KPM. Nanti dibelikan ke e-warung. Sehinngga nantinya benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumenep M Ramzi menyampaikan, Program BPNT diharapkan tepat sasaran. Sehingga tidak terjadi ketimpangan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya.

“Saya terus berupaya kepada dinas terkait untuk segera dilaksanakan,” tegasnya.

Dijelaskan, BPNT tersebut bertujuan untuk menekan penyimpangan bantuan. Dengan begitu, penyalurannya diharapkan tepat sasaran dan setiap KPM perbulan mendapat jatah bansos beras dan telur.

“Impian tersebut semoga dapat terselesaikan,” pungkasnya. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *