oleh

BPNT Jadi Lahan ‘Basah’ Baru?

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dugaan permainan penyaluran Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) semakin nampak dilakukan oleh sejumlah pihak di Sumenep.

Yang sangat miris, beredar rekaman video percakapan antara ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan seseorang yang diduga sebagai petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan beberapa petugas lainnya.

Dalam perbincangan itu, terlontar bahwa masyarakat miskin tidak layak mengkonsumsi beras berkualitas premium atau bagus. Karena beras yang berkualitas itu hanya dikonsumsi oleh orang-orang kaya.

Perbincangan itu bermula, ketika sejumlah warga yang disinyalir sebagai KPM BPNT saat hendak mengambil beras. Namun sayangnya, masyarakat tersebut mendapatkan jika warga miskin cukup mengkonsumsi beras medium.

“Beras medium memang seperti itu. Kalau beras seperti (bagus, red) bukan makanannya orang miskin tapi orang kaya,” demikian salah satu ungkapan dalam video berdurasi 1:33 itu.

Dalam video yang ditengarai terjadi di Kecamatan Pragaan itu, petugas juga meminta kepada warga KPM, jika ada orang yang bertanya beras yang diterima, sampaikan 10 kilogram. Karena sudah berdasarkan timbangan.

Kemudian sesuai temuan di lapangan, dugaan adanya pihak yang bermain dalam BPNT itu semakin jelas karena Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterima penerima, setelah kartu itu digesek kemudian nama yang keluar dari struk malah nama orang lain atau sesuai tidak sesuai dengan nama yang tertera di KKS itu sendiri.

Tak hanya itu, para penerima BPNT disinyalir tidak dibebaskan memilih e-Warung untuk membelanjakan bantuan tersebut. Hal itu diduga, untuk lebih memuluskan permainan bantuan, sehingga adanya dugaan kerja sama mafia beras dengan sejumlah pihak semakin menguat.

Padahal dalam Peraturan Menteri Sosial nomor 11 tahun 2018 pasal 35 disebutkan bahwa disebutkan, KPM BPNT bebas bertransaksi di e-Warung mana saja. (ong)

Komentar

News Feed