BPOPP MA Dinilai Timpang

  • Whatsapp
(FOTO; KM/DOKUMEN) Tertinggal: Pencairan BPOPP tingkat MA baru dicairkan pada 160 lembaga di Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Bantuan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk Madrasah Aliyah (MA). Pasalnya, bantuan tersebut sampai saat ini masih baru satu kali dicairkan. Sedangkan, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dibawah naungan dinas pendidikan sudah empat kali pencairan.

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainurrosi. Menurutnya, BPOPP sudah dicairkan pada lembaga penerima. Ditegaskannya saat ini masih baru satu kali pencairan. Sebab, sekolah dibawah naungan Kemenag baru diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Bacaan Lainnya

“MA memang tertinggal pada SMA dan sederajat mengenai bantuan. Oleh karena itu harus ada pemerataan agar adil,” katanya Senin (11/01/2020)

Dia mengatakan, dari sejak diberlakukan BPOPP pada tahun 2019. Kemenag hanya mendapatkan satu kali. Padahal, pencairan dilakukan pada 3 bulan sekali pada rekening lembaga masing-masing.

BPOPP MA dicairkan senilai Rp36.617.700.000. Masing-masing siswa mendapatkan Rp70 ribu. Jumlah yang menerima sebanyak 17.437 siswa pada 160 MA Sumenep.

“Harus ada kelanjutan di tahun 2021 semoga bulan ke-3 cair lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, program yang merupakan dana program pendidikan gratis berkualitas (TisTas) atau SPP gratis di Pemprov Jatim khusus MA di bawah naungan kemenag itu diberlakukan sejak akhir tahun 2020. berbeda dengan di bawah naungan cabang dinas pendidikan (cabdin) yang sudah diberlakukan sejak tahun 2019. “Kit benar-benar tertinggal mas,” tukas dia.

Diketahui, program tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 33 tahun 2019 tentang BPOPP Nomor 188.4/4157/101.1/2019. Kemudian peraturan kanwil Jatim Nomor 855 tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Kacabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengakui, jika BPOPP sudah cair beberapa kali. Bahkan, pencairannya sudah dilakukan beberapa kali.

“Pencairan dilakukan sejak tahun 2019 khusus SMA Rp70.000 per-siswa setiap bulan. Pencairan dilakukan dalam setiap 3 bulan di lembaga masing-masing,” pungkasnya (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *